Melanesiatimes.com – Sejumlah wira usaha muda yang tergabung dalam Wimnus menggelar Seminar Nasional Interpreneurship, dan diikuti ratusan pelajar, mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi swasta kota sorong.
Seminar yang digelar di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya pada Rabu 06 November 2024 itu menghadirkan Syafii Efendi, seorang Enterpreneur dan Business Owner serta International Certified Coach and Public Speaker, sebagai pembicara utama dalam kegiatan tersebut.
Menurut Syafii Efendi, Indonesia mendapat bonus demografi dan sekarang sedang berlangsung hingga 2045. Jika mental anak muda tidak disiapkan sejak dini, maka para generasi muda Indonesia akan ketinggalan. Itulah kenapa mindset, entrepreneurship, leadership dan karakter building sangat diperlukan terutama di Papua.
Syafii mengatakan seminar ini akan digelorakan ke seluruh provinsi, kabupaten dan kota di seluruh negara Asean termasuk Indonesia terutama Papua.
“Kami ingin Indonesia menjadi kekuatan baru, maka harus dimulai dari anak-anak muda yang kuat mindset dan mentalnya. Maka, dimulai fokus menguatkan mental, yang akan berdampak kepada perilaku, sehingga menjadi standar baru untuk pemuda Indonesia,” jelasnya.
Dirinya berharap adanya dukungan seluruh pihak untuk dapat mengembalikan kekuatan anak-anak muda Indonesia, agar mindsetnya jangan menjadi pekerja atau PNS. Mindset anak-anak muda agar menjadi pemimpin atau pengusaha.
Tak hanya itu, seminar dengan tema tentang Indonesia Youth Movement, meraih sukses di era Next Normal juga menghadirkan mantan Bupati Tambrauw, Gabriel Asem.
Pada kesempatan itu, Gabriel mengapresiasi langkah baik dengan melaksanakan seminar nasional tentang kewirausahaan. Baginya masa depan provinsi papua barat daya berada di tangan generasi muda saat ini.
“Masa depan Provinsi ini ada di tangan semua pihak yang hadir saat ini. Saya mau anak anak muda hari ini harus kreatif. Kreatif ini mampu bersaing di pasaran. Jadi promosi produk ini, tidak hanya secara manual, tetapi perlu adanya teknologi melalui Handphone di aplikasi. Saya sponsor anak muda untuk membuat aplikasi tentang produk di Papua Barat Daya, yaitu Pakai aplikasi Pasific Bliss,” tutur Gabriel.
Tidak ada komentar