KAHMI Papua Barat Daya, Nonton Bareng Film Sejarah Perjuangan HMI

Melanesiatimes.com – Sejarah Perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang di film kan, menceritakan tentang Perjuangan Seorang sosok Pahlawan bagi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yakni Lafran Pane. Di putar serentak secara Nasional di bioskop XXI pada  20-21 Juni 2024.

Bacaan Lainnya

Film ini menceritakan bagaimana kisah seorang Lafran Pane dalam mendirikan HMI disaat yang sulit namun dengan semangat juang dan pengorbanan serta komitmen, HMI mampu melewati masa sulit hingga kini melahirkan jutaan kader dan alumni yang bertebaran di penjuru perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

Dalam nonton bareng tersebut di hadiri oleh kader dan Alumni HMI, dan juga masyarakat kota sorong, dari kalangan ibu-ibu rumah tangga, terlihat juga salah satu bakal calon wakil walikota yang merupakan alumni HMI dan Mantan Rektor Universitas Muhamadiyah Sorong (Unamin) Hi. Hermanto Suaib.

Usai nonton bareng balon wakil Wali Kota Hi. Hermanto Suaib menyampaikan “saya sangat apresiasi kepada Kader dan Alumni HMI yang nonton bareng Film Lafran Pane, Film tersebut memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita semua bahwa begitu beratnya Perjuangan dalam menggapai cita-cita,” kata Hermanto.

Menurutnya film Lafran Pane ini sangat luar biasa, banyak pelajaran yang kita petik dalam film tersebut dan juga merupakan momentum silaturaHmi bagi kita kader dan alumni, kita memiliki potensi yang kuat untuk melakukan suatu gerakan – gerakan Kebangsaan dan gerakan – gerakan Keislaman, sehingga HMI bisa menjadi panutan dan lokomotif bagi pemuda-pemudi dari berbagai universitas dan pelajar Dalam mengenal HMI itu sendiri.

Film tersebut mengisahkan bagaimana tingkat pengorbanan seorang Lafran Pane dalam memperjuangkan HMI di saat masa sulit kala itu. Dan juga merupakan kekuatan moral dalam menggapai cita-cita meskipun mengorbankan dirinya sebagai pendiri.

Secara kualitas dan kuantitas HMI itu harus dijaga dengan pola pengkaderan yang sistematis, sehingga dapat melahirkan pemimpin – pemimpin bangsa yang militan dan idealis terhadap bangsa dan negara,” pungkas mantan Rektor Unamin Sorong.

Bakal Calon Wakil Wali Kota ini berharap kader HMI dapat melakukan gerakan perubahan untuk mencapai tujuan, oleh sebab itu perlu adanya komunikasi dengan stakeholder guna membangun bangsa dan negara terkhusus di Provinsi Papua Barat Daya yang sama-sama kita cintai ini.

Senada juga disampaikan oleh Ketua Forhati Papua Barat Daya, Fatmawati Tamima. Ia mengabarkan, Alhamdulillah pada nonton bareng Nasional ini, terlihat antusias dari kader, alumni dan masyarakat kota sorong, sampai-sampai penonton membludak dalam studio IV XXI Ramayana Mall Sorong.

“Tidak di sangka bahwa tiket yang disediakan sebanyak 121, namun malam ini membludak hingga mencapai 200 orang, semua kursi terpenuhi bahkan ada yang duduk memenuhi tangga tengah dari atas sampai ke bawah, karena melibihi kuota akhirnya kita mengambil langkah untuk menambah tiket, agar hasrat untuk nonton bareng ini dapat terpenuhi,” ujar Fatmawati

Lebih lanjut Fatmawati mengatakan dari antusias malam ini menunjukan bahwa, film Lafra Pane ini banyak diminati keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam, bukan hanya itu akan tetapi, ada juga ibu-ibu rumah tangga yang turut hadir dalam nobar tersebut bahkan ada juga saudara kita yang bukan seiman (non muslim) ikut nonton bareng,” tambahnya

Seusai nobar, ibu-ibu rumah tangga ini memberikan masukan kepada penitia agar film ini di putarkan juga dikalangan pelajar mulai dari tingkat SD hinggah SMA, sehingga ketika di perguruan tinggi nanti mereka tidak asing lagi dengan HMI dan masuk mengikuti pengkaderan HMI.

Hal ini menandakan bahwa film Lafran Pane, mampu memberikan suntikan positif bagi penonton di seluruh Indonesia, terkhusus di Provinsi Papua Barat Daya.

“Diharapkan dengan hadirnya film ini seluruh kader lebih menjiwai tentang karakter Kakanda Almarhum Lafran Pane dari moralitas, semangat juang dan lapang dadanya,”harap Ketua Forhati Papua Barat Daya.

Mengutip sedikit kisah di dalam film ini, bagaimana lapang dada seorang Lafran Pane dalam mengorbankan dirinya guna membesarkan HMI, ia harus memberikan jabatannya kepada orang yang ia rasa mampu membawah perubahan yang lebih besar lagi dan ini memberikan pelajaran yang berharga bagi kita bahwa semua yang di lakukan oleh Kakanda Almarhum Lafran Pane merupakan strategi untuk HMI bisa eksis diluar kampus yang berbasis Islam. Meskipun tidak diterima dikalangan Masyumi yang membawahi semua organisasi Islam namun Lafran Pane mampu mematahkan itu dan sampai hari ini HMI tetap eksis di seluruh perguruan tinggi.

Fatmawati juga berharap, agar ketika dilakukan basic training HMI (LK-I) film ini wajib diputarkan sebagai refresing guna memaknai sebuah perjuangan dalam menggapai cita-cita. Yakin Usaha Sampai (Yakusa).

Pos terkait