Jelang PSU, Ketua KPU PBD Berikan Ultimatum, Kepada Peserta Pemilu

Melanesiatimes.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melakukan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di di TPS 07 dan TPS 18, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong pada Sabtu (22/06/2024).

Bacaan Lainnya

Rapat Koordinasi ini dilakukan di Aimas Convention Centre, yang dihadiri oleh KPU Provinsi Papua Barat Daya,  KPU Kabupaten Sorong,  Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya,  Bawaslu Kabupaten Sorong.

Dalam keterangannya Ketua KPU PBD, Andarias Daniel Kambu, menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang potensi money politic sangat kecil.

Pasalnya semua partai akan mengawal suaranya masing-masing dan saling mengawasi antara satu dengan yang lain.

“Saya yakin money politik kemungkinan tidak akan terjadi, alasannya masing-masing-masing partai politik akan menjaga suaranya sendiri-sendiri, justru dengan adanya money politic, akan menimbulkan masalah baru dan memperpanjang proses hukum,” tegas Andarias

Ketua KPU Provinsi Papua Barat Daya  juga memberikan pesan kepada seluruh peserta Pemilu agar menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan tidak menggunakan cara-cara tidak benar seperti permainan money politic.

“Saya imbau dan berharap kepada seluruh peserta Pemilu agar jangan lagi menghalalkan segalah cara seperti money politic,” imbaunya.

KPU PBD berupaya dalam mewujudkan pendidikan politik terhadap masyarakat, sudah diwujudkan dengan berbagai usaha, dengan memberikan sosialisasi yang positif kepada masyarakat, juga mendaya gunakan aparat keamanan atau aparat hukum agar mencegah money politic dalam PSU yang berlangsung pada tanggal 29 juni 2024 dan pemilukada tanggal 27 November nanti.

“Money politic itu hanya membuka ruang problem yang baru. Sekiranya, saya dapat memastikan bahwa, tidak akan terjadi money politic pada saat PSU di Dua TPS tersebut,” pungkas Andarias.

Pihaknya berharap penyelenggaraan PSU di TPS  07 dan TPS 28 kelurahan Malawele ini berjalan dengan jujur, aman dan lancar agar dapat mencapai hasil yang berkualitas dan melahirkan pemimpin yang amanah, jujur dan adil.

Andarias juga mengimbau kepada masyarakat di kelurahan malawele tepatnya lingkungan, TPS 07 dan TPS 18 agar berperan aktif, dalam mengawal proses jalannya PSU ini, dengan tidak menerima uang dari caleg manapun dalam keterpenuhan hasrat money politicnya.

“Hal ini merupakan pendidikan yang tidak bermoral dalam konstalasi politik,” tutup Ketua KPU Provinsi Papua Barat Daya.

Pos terkait