Pertarungan Yop Kapresi Dan Dr. Yuanita Misi Mendekati Babak Akhir, KPU Malteng Tindaklanjuti Putusan MK

Melanesiatimes.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Maluku Tengah gelar rekapitulasi hasil tindak lanjut putusan mahkamah konstitusi republik Indonesia pada persoalan pemilihan umum legislatif, kamis, (20/06/2024).

Bacaan Lainnya

Putusan mahkamah konstitusi RI nomor 258-02-16-31 PHPU. DPR. DPRD-XXII/2024 dalam perkara perselisihan hasil pemilihan umum anggota dewan perwakilan rakyat daerah tahun 2024.

Satu yang paling menyita perhatian publik yakni perseteruan antara calon anggota legislatif Yop Kapresi dan Dr. Yuanita Misi pada partai perindo dapil 1 maluku tengah.

Dr. Yuanita Misi yang ditetapkan oleh komisioner KPU Malteng periode sebelumnya sebagai pemenang digugat oleh incumbent Yop Kapresi sampai ke mahkamah konstitusi setelah laporannya tidak ditindaklanjuti oleh Bawaslu kabupaten.

Sehingga situasi yang terjadi hari ini di KPU Malteng ialah menindaklanjuti putusan MK terkait penyandingan data terhadap TPS-TPS yang bermasalah selanjutnya dilakukan pencocokan dari C hasil ke D hasil untuk segera diperbaiki.

Abdul Asis Latuconsina komisioner KPU Malteng yang dijumpai di lokasi menjelaskan “kami sudah jalankan keputusan MK dengan melakukan rekapitulasi dari tingkat kecamatan. Sambil menunggu arahan dari KPU RI karena berkaitan dengan persoalan keputusan 360 ini merupakan keputusan yang dibatalkan. Ini keputusan nasional karena yang digugat adalah KPU RI,” jelasnya.

Lebih lanjut Latuconsina menambahkan “kita di maluku tengah sendiri ada 5 perkara yang di PHPU kan salah satunya yakni perkara perindo dapil 1, dapil 2, dapil 3 dan dapil 4,” tambahnya.

“perkara 236 pada PAN, 259 pada PPP dan 258 dari pemohon Yop Kapresi,” lanjut Latuconsina menambahkan.

Khusus pada permasalahan perindo dapil 1 malteng, dari c hasil pada 19 TPS yang dilakukan proses sanding ulang data itu diketahui terjadi perubahan suara dari no urut 1 dan no urut 2 atas nama Yop Kapresi dan Dr. Yuanita Misi. Total perubahan suara itu sebanyak 93 suara.

“kami sudah lakukan finalisasi yang selanjutnya disaksikan oleh seluruh perwakilan saksi dari 18 partai politik yang hadir,” kata Latuconsina.

Saat ditanyai seputar 93 suara yang mengalami pergeseran itu apakah merupakan suara Yop Kapresi atau Yuanita Misi, Latuconsina menegaskan bahwa

“bukan hanya Yuanita, Pak Yop Kapresi juga terjadi perubahan suara di beberapa TPS,” jelasnya menyampaikan. (HUAT)

Pos terkait