Kunjungi Desa Nelayan, Ma’ruf Amin Minta 310 Rumah Desa Nelayan Dilanjutkan

Melanesiatimes.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin kunjungi Desa Nelayan dikota sorong, sembari melihat progres pembangunan rumah nelayan di jalan feri pelabuhan rakyat Kota Sorong Papua Barat Daya, pada kami (06/06/2024)

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut rombongan orang nomor dua RI ini, ditemani Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musa’ad dan Penjabat Wali Kota Sorong, Septinus Lobat serta Forkopinda, meninjau dan melihat lokasi 340 unit rumah nelayan yang dijanjikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tahun 2014.

Dalam keterangan persnya Ma’ruf Amin menyampaikan “Daerah ini pernah ditinjau oleh Presiden Joko Widodo tahun 2014, pada saat selesai dilantik, dalam kunjungannya kala itu, beliau menjanjikan akan membangun rumah nelayan disini sebanyak 350 unit,” ungkap Ma’ruf Amin.

Program pembangunan 350 unit rumah nelayan yang dijanjikan Joko Widodo pada kunjungan pertamanya sejak tahun 2014, hingga kini baru terealisasi 40 unit rumah nelayan, sedang 310 unit belum terealisasi atau belum dibangun.

Menurut Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, 310 unit sisahnya akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2025 sesuai dengan janji pemerintah, meskipun sudah pergantian pemerintahan namun tetap akan dilanjutkan pembangunannya.

Senada dengan itu, pembangunan rumah nelayan ini ada perubahan ukuran yang awalnya tipe 36, akan diperluas menjadi tipe 45, pasalnya tipe 36 tidak memiliki dapur, sehingga harus diperluas menjadi tipe 45.

“Perencanaannya sudah disiapkan oleh dirjen perumahan, ke depannya pembangunan dari sisah 310 unit sudah menjadi tipe 45, ” terang Wapres RI Ma’ruf Amin.

Pembangunan rumah nelayan ini merupakan komitmen dari Pemerintah sebagai afirmasi bagi masyarakat asli Papua dalam rangka membangun kesejahteraan masyarakat di atas tanah Papua.

Dalam evaluasi pembangunan tipe 36 ke tipe 45, ada dua hal yang menjadi fokus utama, yaitu pertama, tentu sudau semakin sehat, karena ada MCK dan dapur, yang kedua adalah, dari aspek lingkungan, lebih di utamakan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal), sehingga tidak menjadi polusi bagi masyarakat sekitar.

“Saya minta kepada Penjabat Wakil kota Sorong, agar sampah jangan ngumpul disitu, saya tanya pak wali Kota seperti apa penangannya, katanya sudah ada pengumpulan secara rutin dan dibawah ke tempat pembuangan sampah, ” imbuhnya

Ia berharap, dengan adanya tempat ini masyarakat bisa bekerja lebih efektif, hunian juga tidak ditempati beberapa keluarga dalam satu rumah, lebih sehat dan semangat sebagai nelayan harus efektif dalam mencari ikan,” harap Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.

Pos terkait