Rumahnya Dirusak Ketua Bawaslu Kota Sorong Buat Laporan Polisi

Melanesiatimes.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sorong akan laporkan polisi karena rumahnya dirusak orang tak dikenal (OTK) pada sabtu malam sekitar pukul 19.00. Wip. Minggu (19/05/2024).

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya Ketua Bawaslu Kota Sorong, Julce Ivone Sahureka, menjelaskan bahwa, selama ini saya tidak tau apa motiv dibalik ini sehinggah, keluarga atau simpatisan dari salah satu caleg DPRD Kota Sorong, Yosep Kocu , datang membuat kerusakan di rumah saya dan memaki serta mengancam saya.

“Sampai saat ini saya bingung dengan masa atau keluarga Yosep Kocu, yang datang membuat kerusakan dan pengancaman buat saya, padahal dalam perhitungan suara kami bawaslu tidak tau menau tentang suara atau pergeseran suara, tugas kami hanya mengawasi tidak lebih dari itu,”

Menurut Julce, kenapa tiba-tiba saya di ancam dan rumah saya dirusaki, padahal setahu saya, ketika masa dari yosep kocu melakukan aksi demo, kami bawaslu kota sorong tidak di datangi, tempat tujuan mereka demo adalah KPU Kota So4ong dan Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya, tapi setelah itu mereka tiba-tiba mencaci maki dan mengancam.

Pada saat bawaslu Provinsi Papua Barat Daya melakukan pertemuan di kantor dengan partai Demokrat pada jumat (17/05), terkait dengan hasil KPU yang memenangkan Caleg dari PSI, Partai Demokrat melakukan aduan kepada Bawaslu terkait hasil keputusan tersebut, pihaknya juga di undang untuk memberikan keterangan.

Namun karena ada tamu dari Bawaslu RI sehinggah pihaknya, harus menemani Bawaslu RI untuk makan siang bersama.

Pada saat penjamuan makan siang kami di suruh agar tidak lagi ke kantor Bawaslu PBD, cukup saja memberikan keterangan pada forum santai saja kepada perwakilan Bawaslu RI, pada salah satu warung makan dikota sorong.

Setelah jamuan makan siang selesai pihaknya diminta salah satu pimpinan Bawaslu Provinsi PBD, agar segerah ke kantor, setelah sampai disana sudah ada masa kocu disana dan mereka sempat ribut dan membuat aksi di depan kantor Bawaslu PBD.

“Setelah memberikan keterangan saya keluar untuk ke toilet, tiba-tiba terdengar cacian dan makian dari masa yosep kocu terhadap saya, karena posisi saya membelakangi sehinggah saya tidak tau dengan pasti jumlah mereka, kata Julce, karena sudah terlalu ribut akhirnya saya di amankan di lantai 2 sampai selesai pertemuan baru saya disuruh petugas untuk turun, jadi perkembangan pertemuan dengan partai Demokrat, saya tidak tau,” pungkasnya.

Seusai pertemuan dikantor Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya, masa mulai menuju ke rumah mertua Ketua Bawaslu di Malanu, namun banyak keluarga suaminya disana akhirnya masa mulai menuju ke rumahnya di jalan ingray, Kelurahan Klamana Sorong Timur.

Setelah sampai disana masa merusaki pot bunga dan memalang pintu dan memporak porandakan halaman depan rumah Ketua Bawaslu Kota Sorong.

“Sebelum masa Yosep Kocu ke rumah, saya dihubungi suami saya untuk keluar dari rumah karena masa yosep kacu menuju ke rumah, saya dan anak saya bergegas keluar dari rumah,” ungkap Julce.

Pada saat masa porak porandakan, ada seorang polisi yang datang menghentikan mereka agar jangan lagi membuat keributan atau kerusakan “Jangan ada yang menyentuh kaca atau merusak pintu, saya anggota polisi dan akan melaporkan kalian ke polisi,” kata polisi tersebut.

Dengan apa yang disampaikan masa dari yosep kocu akhirnya membubarkan diri.

“Setelah mendapatkan video pengrusakan keesokan harinya saya langsung buat laporan polisi atas tuduhan pengrusakan, pencemaran nama baik dan pengacaman,” ujar Ketua Bawaslu Kota Sorong, Julce Ivone Sahureka

Dalam video yang berdurasi 18 detik itu masa kocu mengatakan “de bikin seakan-akan yosep pu suara, suara beli jadi, mata uang e mata uang,” kata seorang ibu dalam vedo tersebut.

Menanggapi video itu, Ketua Bawaslu Kota Sorong merasa bingung atas tuduhan dalam video itu, dan menduga seakan-akan masa ini disuruh oleh orang yang mau menyerang privasinya, sebab jelas-jelas kami bawaslu tidak punya wewenang untuk menambah, mengurangi apalagi menggeserkan suara, “kenapa mereka tidak menyerang pihak-pihak yang merubah atau menggeser suara mereka, tapi balik menyerang kami yang tidak tau apa-apa, ini kan lucu,” Imbuhnya.

Lebih lanjut Julce menuturkan “Intinya apa yang mereka buat adalah salah sasaran dan semua ini akan terus saya proses secara hukum, karena ini sudah menyangkut dengan kenyamanan dan ketenangan saya dalam bekerja,” tutup Julce.

Pos terkait