Edikuasi Dalam Bercocok Tanam, Cabe Dan Bawang Merah

Melanesiatimes.com, Masohi – Petugas PPL dan POPT Maluku Tengah mengajarkan pemberian pupuk organik kepada petani cabe rawit dan bawang merah di dusun kariele, jumat (29/03/2024).

Bacaan Lainnya

Berlokasi di dusun kariele kecamatan Kota masohi kabupaten maluku Tengah, Tanaman cabe rawit dan bawang merah di lahan seluas 1/4 hektar tumbuh subur dan miliki prospek yang menjanjikan. Ini semua berkat pendampingan khusus yang dilakukan secara rutin dan terus menerus oleh pelaku pertanian kepada masyarakat yang ingin bercocok tanam sesuai dengan petunjuk pertanian yang benar dan terarah.

Erni Chatib, Sp., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) kelurahan namaelo kecamatan kota masohi yang berkolaborasi dengan Achmad Alim Tomu, S.Tr.P., sebagai pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT)/pengamat hama penyakit.

Secara rutin mendampingi petani mulai dari memberikan penyuluhan seputar bercocok tanam yang benar sejak awal pembibitan, awal menanam, mengatur jarak tanaman, serta merawat tanaman secara rutin dengan selalu memperhatikan pemberian pupuk yang tepat yakni dengan mengutamakan pupuk organik sebagai pilihan.

“Sistem pertanian organik yang kami terapkan merupakan sistem pertanian yang mengutamakan sumber daya alam sebagai bahan dasar pengolahan tanaman. Baik dari nutrisi atau pupuknya maupun dari sisi hama dan penyakitnya. Jadi menggunakan bahan-bahan alami berupa unsur tumbuhan atau nabati dan dari unsur hewani, ini semua diolah dalam bentuk pupuk padat maupun cair dan yang terpenting memiliki sifat ramah lingkungan”. Jelas Alim.

Sebagai pengamat hama penyakit, Alim Tomu memang dikenal serius dalam urusan menangani tumbuhan dan membudidayakannya, dengan sasaran dan tujuan serta memiliki prospek yang jelas. Banyak petani cabe rawit, bawang merah, dan lain sebagainya sudah merasakan manfaat serta keuntungan finansial dari bercocok tanam lewat petunjuk dan arahan dari beliau.

Demikian halnya dengan Ibu Erni Chatib. Penyuluh pertanian yang satu ini juga selalu hadir bersama petani dalam memberikan pengarahan, seputar pertanian yang baik mendampingi Alim. Kerjasama keduanya memberikan efek positif bagi petani yang selama ini diketahui hanya bertanam dengan metode yang sederhana dan terkesan biasa-biasa saja menjadi lebih cerdas dengan memiliki ilmu pertanian yang bersumber langsung dari ahlinya.

“saat mendampingi dan petani melakukan kesalahan, kadang saya sungkan jika ingin menegur, tetapi kalau pak Alim biasanya langsung ditegur. Beliau memang tidak main-main jika berurusan dengan pertanian. Salah tetap harus ditegur karena itu semua demi kebaikan petaninya serta hasil yang maksimal dalam masa panen nantinya”. Ujar Erni menjelaskan.

Saat berkunjung secara langsung ke lokasi pertanian di dusun kariele kecamatan kota masohi pada jumat 29 maret pukul 15.17 WIT bersama tim PPL dan POPT/pengamat hama penyakit maluku tengah, kami berkesempatan menyaksikan bagaimana cara merawat tanaman cabe rawit dan bawang merah yang baik dengan obat-obatan organik.

“sore ini saya tidak sendiri melainkan sendiri melainkan ditemani oleh ibu Erni Chatib PPL kelompok tani damaiku yang pada kesempatan kali ini kami memberikan pembinaan dan pengarahan aplikasi pesnab pestor pada tanaman cabe rawit dan bawang merah organik” Jelas Alim menambahkan.

Kini para petani di lahan seluas 1/4 hektar ini mulai bisa menatap prospek ke depan yang lebih baik. Cabe rawit yang ditanam dengan jarak 1 meter 20 dengan menambahkan tanaman bawang merah di sela-sela jarak tumbuhnya sudah mulai menunjukkan keberhasilan awal yang ditandai dengan kemunculan buah pada periode pertama serta bawang yang subur. (HUAT)