Masohi For Gaza Meraut Donasi Rp. 284.232.000, Untuk Palestina

Melanesiatimes.com – Tablig akbar Masohi for gaza yang diselenggarakan oleh Relawan Kemanusiaan untuk Palestina (REKAP) sudah selesai. Namun dari sisi donasi kemanusiaan masih berlanjut, total donasi yang terkumpul dan disampaikan pada minggu 24 maret 2024 kemarin sebesar 180 juta rupiah, masih terus mengalir sampai hari ini. Selasa, (26/03/2024)

Bacaan Lainnya

Pedi Wasahua selaku koordinator saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan “Alhamdulillah sampai pada pukul 10.58 WIT tadi, total donasi sudah terkumpul Rp.284.232.000. Dan insya’Allah ini masih akan bertambah karena sesuai rencana kami akan menutup donasi pada hari ini” Jelasnya.

Aksi bela Palestina yang dikemas lewat kegiatan masohi for gaza oleh REKAP berhasil menggerakkan berbagai pihak untuk berpartisipasi langsung dalam menyuarakan semangat kemanusiaan di kota masohi dan maluku tengah.

Aksi bela Palestina sendiri didasari oleh keresahan teman-teman yang ada di kota masohi atas situasi yang terjadi di Palestina khususnya gaza. Lebih lanjut Wasahua menambahkan “Yang paling mendorong untuk kegiatan ini harus berjalan ialah ibu Ingrid Letlora selaku steering dari lembaga ini.

Beliau selalu memberikan motivasi dan semangat kepada saya pribadi dan teman-teman REKAP dalam menyukseskan kegiatan ini. Beliau juga yang menjadi spirit perjuangan teman-teman yang ada di sini untuk kemudian menggerakkan hati masyarakat yang ada di maluku tengah. Ini sebuah gerakan moralitas kita untuk menggugah hati khususnya kaum muslimin dan muslimat yang ada untuk peduli gaza”. Ungkapnya

Donasi sendiri diketahui bersumber dari penggalangan dana adik-adik siswa SD, SMP dan SMA yang ada di maluku tengah, majelis taklim, dan orang per orang. Semuanya terpanggil untuk berdonasi lewat kegiatan yang dilaksanakan oleh relawan REKAP.

Satu yang menjadi catatan penting dalam aksi ini ialah “kita tak hanya berhenti pada persoalan jihad harta ini saja, melainkan sebagai umat Islam, kita punya tanggung jawab secara langsung terkait dengan eksistensi baitul maqdis di Palestina, sehingga kedepannya umat Islam tidak lagi menjadikan Palestina sebagai sesuatu yang harus terus dibantu, akan tetapi kita harus hadir bersama Palestina memperjuangkan eksistensi dan kemerdekaan Palestina,”tutup Wasahua. (HUAT)

Pos terkait