MSR Akan Polisikan KPU Tambrauw Lantaran Suaranya di Hilangkan 

Melanesiatimes.com – Calon Anggota DPD RI, nomor urut 8. M. Sanusi Rahaningmas amuk ketika mengetahui suaranya dihilangkan oleh PPD dan KPU Tambrauw pada TPS-TPS yang terdapat di Di Fef. Kamis (14/03/2024)

Bacaan Lainnya

Sebagai calon anggota DPD RI, M. Sanusi Rahaningmas yang biasa di sapa MSR, merasa kecewa dan marah pada saat pembuktian C Hasil dalam sirekap KPU.

Pada form D Hasil yang di terimanya ada beberapa TPS Distrik Fef yang suaranya di hilangkan dengan sengaja, ada 2 kampung yang memiliki bukti C Hasil diantaranya TPS 001 Syubun dan TPS 001 Banfut.

Dalam C Hasil yang dibuka oleh KPU Provinsi, Calon anggota DPD RI, nomor urut 8 memiliki 75 suara di TPS 001 Syubun, namun ketika penginputan PPD suaranya nihil, tidak ada.

Sedangkan di TPS 001 Banfu5, Calon nomor urut 8, memiliki suara 76 suara, namun di D Hasil Nol.Setelah dibuktikan maka akan dikembalikan kepada saksi nomor 8.

Saksi yang juga sebagai calon DPD RI no urut 8 intrupsi sembari mengatakan ini adalah pelanggaran murni, saya akan Polisikan KPU Tambrauw dengan pasal menghilangkan suara orang.

Dengan sangat lantang M. Sanusi Rahaningmas, berteriak akan mempolisikan KPU Kabupaten Tambrauw atas kecurangan yang dilakukan.

“Ade tiga langkah yang saya ambil, pertama saya akan gunakan cara saya sendiri, karena ini sudah menyangkut harga diri saya, kedua saya tempu jalur hukum untuk polisikan KPU Kabupaten Tambrauw dan yang ketiga saya akan naikan persoalan ini sampai ke Mahkama Konstitusi (MK)”. Tegas MSR.

Lebih lanjut MSR mengatakan “Saya mendapatkan laporan dari keluarga, teman dan sahabat yang ada disana bahwa suara saya banyak, tapi ketika mendapatkan D Hasil, suara saya tidak ada, namun malam ini kolega dan sahabat saya Septinus Lobat, telah memperlihatkan semua bukti C Hasil dan memang dugaan saya benar bahwa, masih banyak suara saya di TPS Distrik Morait dan Distrik Fef, ini menjadi bukti untuk polisikan KPU Kabupaten Tambrauw”. Tambahnya.

Meskipun saya bukan orang Tambrauw namun masih banyak yang pilih saya disana, tapi kalau calon Papua tapi tinggal di tempat lain, terus baru datang tapi tiba-tiba suaranya banyak disana, itu harus dipertanyaka ada apa, kata MSR. Lanjutnya kalau kolega saya Septinus Lobat, Agustinus Kambuaya, Amus Atkana dan Pdt. Mamberob menang disana itu wajar saya angkat topi, tapi kok tiba-tiba dari mana datang terus suaranya banyak disana, saya yakin ini pasti sudah tersistematis, sehingga saya akan mengambil langkah untuk polisikan semua pihak yang terlibat dalam kasus ini, dan saya akan menunggu kalian di MK. Tegas MSR sambil menunjuk ke arah anggota KPU Tambrauw.

Pos terkait