Terjadi penggelembungan Suara Di Distrik Sorong Barat

Melanesiatimes.com – Dalam rekapitulasi rapat pleno tingkat Kota Sorong terjadi interupsi dan tanggapan yang alot dari masing-masing saksi Parpol. Selasa (05/03/2024).

Bacaan Lainnya

Lanjutan rapat pleno terbuka tingkat Kota Sorong memasuki hari ketiga, terjadi perselisihan antara saksi Parpol dalam ruang persidangan.

Informasi yang di dapat pada saat pleno berjalan, interupsi dimulai dari partai hanura, yang menyampaikan bahwa diduga ada penggelembungan suara di partai tertentu, sekitar kurang lebih 1.000 suara, setelah itu hal yang samapun disampaikan oleh saksi partai PKS dengan masalah yang sama, terkait penggelembungan suara dipartai tertentu.

Hal itupun ditanggapi oleh saksi PDIP yang menyatakan bahwa “Kami saksi dari PDIP terus berada di distrik Sorong Barat, menunggu sampai D Hasil diserahkan dan selama D Hasil diterima, saya beserta peserta lainnya ikut menandatangani D Hasil dan seusai ditanda tangani tidak ada keberatan yang dilakukan oleh para saksi”. Ungkap Saksi PDIP.

Beberapa saksi, dari PKS, Golkar dan PAN, meminta KPU Kota Sorong membuka kotak suara untuk mengambil sampel, guna membuktikan, benar atau tidak, ada penggelembungan suara di salah satu partai yang dilakukan di tingkat PPD, Distrik Sorong Barat.

Interupsi pun bergulir cukup lama dari para saksi, hingga bawaslu kota sorong menanggapi dinamika yang terjadi di dalam ruang rapat, kemudian bawaslu memberikan ruang kepada para saksi untuk menyampaikan temuan ditingkat TPS dan Distrik, namun pimpinan sidang mengarahkan para saksi untuk menunjukan form keberatannya, kendati tidak satupun dari para saksi yang membuat form keberatan terkait temuan tersebut, perdebatan pun berjalan alot, hingga sidang diskorsing selama 5 menit, agar kelima pimpinan sidang pleno rapat terbuka, melakukan rapat internal dalam penentuan pengambilan sampel pada TPS, hal itu dilakukan berdasarkan rekomendasi dari pihak bawaslu Kota sorong.

Setelah sidang dibuka, pimpinan sidang menyampaikan bahwa, KPU Kota Sorong, tetap mengacuh pada tahapan dan administrasi, maka proses sidang pleno tetap dilanjutkan dengan rekapitulasi distrik Sorong Barat, hal itu ditanggapi oleh bawaslu kota sorong “Jadi rekomendasi kami Bawaslu Kota sorong ditolak?” Pimpinan sidang yang juga selaku ketua KPU Kota Sorong, menjawab “Ya Rekomendasi Bawaslu Kami Tolak”, sidang pleno provinsi dapil papua barat satu pun dilanjutkan dan disahkan oleh pimpinan sidang.

Pimpinan Sidang memberikan catatan kepada para saksi “Kalau para saksi ada yang ber keberatan silahkan mengisi form keberatan dan disampaikan pada pleno tingkat provinsi “. Tutup Pimpinan Sidang Rapat Pleno terbuka.

Pos terkait