Sejak Menjabat Ketua BEM ISI Yogyakarta, Arya Dewi Prayetno Berhasil Mendemokratisasi Kampus Seni

Sejak dilantik menjadi ketua BEM ISI Yogyakarta periode 2023/2024 pada bulan Juni 2023 Arya berkomitmen untuk mengoptimalkan peran organisasi yang dinahkodainya yaitu BEM ISI Yogyakarta untuk menjadi organisasi mahasiswa yang aspiratif, inovatif, apresiatif, dan progresif. Seiring berjalannya waktu hal tersebut perlahan terealisasikan. Mulai dari capaian 100 hari pertama bertugas sebagai ketua BEM ISI Yogyakarta, Arya sebagai Ketua BEM sekaligus penanggung jawab bersama seluruh panitia yang dibawahinya berhasil membawa pelaksanaan PKKMB 2023 sukses menjadi viral dengan kemeriahan yang penuh inovasi dan kreativitas seninya berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. “Tentu keberhasilan 100 hari pertama kerja yang salah satunya ditunjukkan dari suksesnya PKKMB 2023 tidak lepas dari bantuan setiap pengurus BEM dan panitia yang membantu saya menjalankan acara. Selain dalam 100 hari pertama bekerja dalam proses penyiapan PKKMB, BEM ISI Yogyakarta juga melaksanakan agenda-agendanya seperti Rapat Kerja dan Up Grading, Pengawalan isu strategis mahasiswa baik internal regional dan nasional, serta tugas-tugas struktural lainnya.” Ujar Arya selaku ex ketua BEM ISI Yogyakarta. Selain tercapainya target 100 hari pertama bertugas sebagai Ketua BEM ISI Yogyakarta, Arya dalam mengarungi tugas-tugasnya selalu mengedepankan gagasan dan menerapkan prinsip demokratis. Selama menjabat sebagai Ketua BEM ISI Yogyakarta ada banyak sekali program kerja yang terlaksana, seperti halnya program kerja pengawalan isu mahasiswa dan isu kemasyarakatan, program kerja edukasi untuk mahasiswa mengenai keorganisasian, program kerja edukasi politik untuk menggerus apatisme kultural mahasiswa di kampus seni, program kerja pengabdian masyarakat, program kerja apresiasi kesenian, prestasi dan keolahragaan bagi mahasiswa, program kerja pencegahan kasus kekerasan seksual, hingga program kerja musyawarah dan diskusi yang diikuti oleh seluruh organisasi kemahasiswaan di ISI Yogyakarta. Berbagai kegiatan tersebut adalah kebaruan yang ada di BEM ISI Yogyakarta sejak Arya menjabat sebagai ketua BEM. “Sejak awal menjabat, saya selalu menekankan pada gagasan karena melalui gagasan lah akan muncul inovasi dan kebaruan-kebaruan bagi sebuah organisasi. Begitu banyak program kerja yang telah dirancang oleh pengurus dan diketok palu pada saat rapat kerja sehingga menjadi komitmen bersama untuk menjalankan setiap kegiatan secara totalitas. Selain itu, upaya-upaya tersebut adalah utamanya untuk melakukan demokratisasi di almamater kami tercinta ini yaitu ISI Yogyakarta” Tegas Arya selaku ex ketua BEM ISI Yogyakarta. Menurut sebagian besar mahasiswa, upaya Arya selama menjadi Ketua BEM ISI Yogyakarta untuk mendemokratisasi kampus cukup berhasil. Hal tersebut terlihat dari bagaimana BEM ISI Yogyakarta Kabinet Jabat Erat yang dipimpinnya berhasil merangkul bukan hanya seluruh organisasi mahasiswa namun juga meluas hingga organisasi mahasiswa daerah di ISI Yogyakarta. Salah satu bentuk rangkulan yang dirasakan oleh Ormawa dan Ormada di ISI Yogyakarta adalah ketika penglibatan mereka dalam acara expo UKM dan Gebyar Nusantara Ormada yang baru pertama kalinya ada dengan meriah dan penuh antusias mahasiswa. Selain itu, untuk menguatkan barisan mahasiswa terutamanya dalam mengawal isu strategis mahasiswa yang di dalamnya termasuk isu birokrasi kampus, UKT, kekerasan seksual, hingga optimalisasi peran Ormawa dan Ormada melalui salah satu kementerian di BEM ISI Yogyakarta Arya membuat forum musyawarah bernama Cangkruk Ormawa dan Ormada yang diikuti oleh seluruh BEM, HMJ, HMP, UKM, dan Ormada sebagai keterwakilan mahasiswa untuk menginventaris isu dan persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa maupun organisasi kemahasiswaan sekaligus mencari solusi penyelesaiannya melalui forum musyawarah diskusi. “Sesuai dengan spirit demokrasi yang kami bawa ketika bertugas di BEM ISI Yogyakarta. Kami ingin melibatkan seluruh mahasiswa dalam pengawalan setiap isu dan persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa. Saya selalu berharap mulai dari BEM ISI Yogyakarta dan diteruskan oleh seluruh organisasi kemahasiswaan di ISI Yogyakarta untuk terus berkomitmen konsisten menghadirkan solusi bagi sesama mahasiswa. Hal ini seperti halnya mahasiswa bantu mahasiswa. Kita bersama menguatkan barisan, meningkatkan rasa kepedulian, dan tidak apatis dengan politik kampus agar dapat memperoleh apa yang seharusnya menjadi hak kita sebagai mahasiswa.” Jelas Arya selalu ex ketua BEM ISI Yogyakarta. Tidak hanya aktif di internal kampus, sejak Arya menjabat sebagai ketua BEM ISI Yogyakarta dirinya berhasil membawa BEM ISI Yogyakarta juga aktif di eksternal kampus yaitu dalam aliansi-aliansi BEM baik skala regional hingga nasional. BEM ISI Yogyakarta Kabinet Jabat Erat yang dipimpin oleh Arya kini menjadi sering terlibat dalam aksi-aksi turun ke jalan dan forum-forum nasional yang salah satunya membuat ISI Yogyakarta semakin dikenal oleh masyarakat secara lebih luas. Keberhasilan Arya sebagai ketua BEM ISI Yogyakarta dalam mengoptimalkan eksistensi BEM ISI Yogyakarta di internal maupun eksternal juga membuat dirinya terpilih sebagai Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY yang membawahi lebih dari 25 kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta. “Terpilihnya saya sebagai Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY juga tentunya berkat kepercayaan yang diberikan oleh seluruh kampus yang tergabung di dalam BEM Nusantara DIY. Hal ini juga turut menjadi bukti bahwa kampus seni bisa menjadi pelopor atau penggerak kampus-kampus lainnya untuk lebih produktif dan progresif terutamanya dalam gerakan kemahasiswaan.” Ucap Arya selalu ex ketua BEM ISI Yogyakarta.
Sejak dilantik menjadi ketua BEM ISI Yogyakarta periode 2023/2024 pada bulan Juni 2023 Arya berkomitmen untuk mengoptimalkan peran organisasi yang dinahkodainya yaitu BEM ISI Yogyakarta untuk menjadi organisasi mahasiswa yang aspiratif, inovatif, apresiatif, dan progresif. Seiring berjalannya waktu hal tersebut perlahan terealisasikan. Mulai dari capaian 100 hari pertama bertugas sebagai ketua BEM ISI Yogyakarta, Arya sebagai Ketua BEM sekaligus penanggung jawab bersama seluruh panitia yang dibawahinya berhasil membawa pelaksanaan PKKMB 2023 sukses menjadi viral dengan kemeriahan yang penuh inovasi dan kreativitas seninya berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. “Tentu keberhasilan 100 hari pertama kerja yang salah satunya ditunjukkan dari suksesnya PKKMB 2023 tidak lepas dari bantuan setiap pengurus BEM dan panitia yang membantu saya menjalankan acara. Selain dalam 100 hari pertama bekerja dalam proses penyiapan PKKMB, BEM ISI Yogyakarta juga melaksanakan agenda-agendanya seperti Rapat Kerja dan Up Grading, Pengawalan isu strategis mahasiswa baik internal regional dan nasional, serta tugas-tugas struktural lainnya.” Ujar Arya selaku ex ketua BEM ISI Yogyakarta. Selain tercapainya target 100 hari pertama bertugas sebagai Ketua BEM ISI Yogyakarta, Arya dalam mengarungi tugas-tugasnya selalu mengedepankan gagasan dan menerapkan prinsip demokratis. Selama menjabat sebagai Ketua BEM ISI Yogyakarta ada banyak sekali program kerja yang terlaksana, seperti halnya program kerja pengawalan isu mahasiswa dan isu kemasyarakatan, program kerja edukasi untuk mahasiswa mengenai keorganisasian, program kerja edukasi politik untuk menggerus apatisme kultural mahasiswa di kampus seni, program kerja pengabdian masyarakat, program kerja apresiasi kesenian, prestasi dan keolahragaan bagi mahasiswa, program kerja pencegahan kasus kekerasan seksual, hingga program kerja musyawarah dan diskusi yang diikuti oleh seluruh organisasi kemahasiswaan di ISI Yogyakarta. Berbagai kegiatan tersebut adalah kebaruan yang ada di BEM ISI Yogyakarta sejak Arya menjabat sebagai ketua BEM. “Sejak awal menjabat, saya selalu menekankan pada gagasan karena melalui gagasan lah akan muncul inovasi dan kebaruan-kebaruan bagi sebuah organisasi. Begitu banyak program kerja yang telah dirancang oleh pengurus dan diketok palu pada saat rapat kerja sehingga menjadi komitmen bersama untuk menjalankan setiap kegiatan secara totalitas. Selain itu, upaya-upaya tersebut adalah utamanya untuk melakukan demokratisasi di almamater kami tercinta ini yaitu ISI Yogyakarta” Tegas Arya selaku ex ketua BEM ISI Yogyakarta. Menurut sebagian besar mahasiswa, upaya Arya selama menjadi Ketua BEM ISI Yogyakarta untuk mendemokratisasi kampus cukup berhasil. Hal tersebut terlihat dari bagaimana BEM ISI Yogyakarta Kabinet Jabat Erat yang dipimpinnya berhasil merangkul bukan hanya seluruh organisasi mahasiswa namun juga meluas hingga organisasi mahasiswa daerah di ISI Yogyakarta. Salah satu bentuk rangkulan yang dirasakan oleh Ormawa dan Ormada di ISI Yogyakarta adalah ketika penglibatan mereka dalam acara expo UKM dan Gebyar Nusantara Ormada yang baru pertama kalinya ada dengan meriah dan penuh antusias mahasiswa. Selain itu, untuk menguatkan barisan mahasiswa terutamanya dalam mengawal isu strategis mahasiswa yang di dalamnya termasuk isu birokrasi kampus, UKT, kekerasan seksual, hingga optimalisasi peran Ormawa dan Ormada melalui salah satu kementerian di BEM ISI Yogyakarta Arya membuat forum musyawarah bernama Cangkruk Ormawa dan Ormada yang diikuti oleh seluruh BEM, HMJ, HMP, UKM, dan Ormada sebagai keterwakilan mahasiswa untuk menginventaris isu dan persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa maupun organisasi kemahasiswaan sekaligus mencari solusi penyelesaiannya melalui forum musyawarah diskusi. “Sesuai dengan spirit demokrasi yang kami bawa ketika bertugas di BEM ISI Yogyakarta. Kami ingin melibatkan seluruh mahasiswa dalam pengawalan setiap isu dan persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa. Saya selalu berharap mulai dari BEM ISI Yogyakarta dan diteruskan oleh seluruh organisasi kemahasiswaan di ISI Yogyakarta untuk terus berkomitmen konsisten menghadirkan solusi bagi sesama mahasiswa. Hal ini seperti halnya mahasiswa bantu mahasiswa. Kita bersama menguatkan barisan, meningkatkan rasa kepedulian, dan tidak apatis dengan politik kampus agar dapat memperoleh apa yang seharusnya menjadi hak kita sebagai mahasiswa.” Jelas Arya selalu ex ketua BEM ISI Yogyakarta. Tidak hanya aktif di internal kampus, sejak Arya menjabat sebagai ketua BEM ISI Yogyakarta dirinya berhasil membawa BEM ISI Yogyakarta juga aktif di eksternal kampus yaitu dalam aliansi-aliansi BEM baik skala regional hingga nasional. BEM ISI Yogyakarta Kabinet Jabat Erat yang dipimpin oleh Arya kini menjadi sering terlibat dalam aksi-aksi turun ke jalan dan forum-forum nasional yang salah satunya membuat ISI Yogyakarta semakin dikenal oleh masyarakat secara lebih luas. Keberhasilan Arya sebagai ketua BEM ISI Yogyakarta dalam mengoptimalkan eksistensi BEM ISI Yogyakarta di internal maupun eksternal juga membuat dirinya terpilih sebagai Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY yang membawahi lebih dari 25 kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta. “Terpilihnya saya sebagai Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY juga tentunya berkat kepercayaan yang diberikan oleh seluruh kampus yang tergabung di dalam BEM Nusantara DIY. Hal ini juga turut menjadi bukti bahwa kampus seni bisa menjadi pelopor atau penggerak kampus-kampus lainnya untuk lebih produktif dan progresif terutamanya dalam gerakan kemahasiswaan.” Ucap Arya selalu ex ketua BEM ISI Yogyakarta.

Melanesiatimes.com – Sejak dilantik menjadi ketua BEM ISI Yogyakarta periode 2023/2024 pada bulan Juni 2023 Arya berkomitmen untuk mengoptimalkan peran organisasi yang dinahkodainya yaitu BEM ISI Yogyakarta untuk menjadi organisasi mahasiswa yang aspiratif, inovatif, apresiatif, dan progresif. Seiring berjalannya waktu hal tersebut perlahan terealisasikan. Mulai dari capaian 100 hari pertama bertugas sebagai ketua BEM ISI Yogyakarta, Arya sebagai Ketua BEM sekaligus penanggung jawab bersama seluruh panitia yang dibawahinya berhasil membawa pelaksanaan PKKMB 2023 sukses menjadi viral dengan kemeriahan yang penuh inovasi dan kreativitas seninya berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Tentu keberhasilan 100 hari pertama kerja yang salah satunya ditunjukkan dari suksesnya PKKMB 2023 tidak lepas dari bantuan setiap pengurus BEM dan panitia yang membantu saya menjalankan acara. Selain dalam 100 hari pertama bekerja dalam proses penyiapan PKKMB, BEM ISI Yogyakarta juga melaksanakan agenda-agendanya seperti Rapat Kerja dan Up Grading, Pengawalan isu strategis mahasiswa baik internal regional dan nasional, serta tugas-tugas struktural lainnya.” Ujar Arya selaku ex ketua BEM ISI Yogyakarta.

Selain tercapainya target 100 hari pertama bertugas sebagai Ketua BEM ISI Yogyakarta, Arya dalam mengarungi tugas-tugasnya selalu mengedepankan gagasan dan menerapkan prinsip demokratis. Selama menjabat sebagai Ketua BEM ISI Yogyakarta ada banyak sekali program kerja yang terlaksana, seperti halnya program kerja pengawalan isu mahasiswa dan isu kemasyarakatan, program kerja edukasi untuk mahasiswa mengenai keorganisasian, program kerja edukasi politik untuk menggerus apatisme kultural mahasiswa di kampus seni, program kerja pengabdian masyarakat, program kerja apresiasi kesenian, prestasi dan keolahragaan bagi mahasiswa, program kerja pencegahan kasus kekerasan seksual, hingga program kerja musyawarah dan diskusi yang diikuti oleh seluruh organisasi kemahasiswaan di ISI Yogyakarta. Berbagai kegiatan tersebut adalah kebaruan yang ada di BEM ISI Yogyakarta sejak Arya menjabat sebagai ketua BEM.

“Sejak awal menjabat, saya selalu menekankan pada gagasan karena melalui gagasan lah akan muncul inovasi dan kebaruan-kebaruan bagi sebuah organisasi. Begitu banyak program kerja yang telah dirancang oleh pengurus dan diketok palu pada saat rapat kerja sehingga menjadi komitmen bersama untuk menjalankan setiap kegiatan secara totalitas. Selain itu, upaya-upaya tersebut adalah utamanya untuk melakukan demokratisasi di almamater kami tercinta ini yaitu ISI Yogyakarta” Tegas Arya selaku ex ketua BEM ISI Yogyakarta.

Menurut sebagian besar mahasiswa, upaya Arya selama menjadi Ketua BEM ISI Yogyakarta untuk mendemokratisasi kampus cukup berhasil. Hal tersebut terlihat dari bagaimana BEM ISI Yogyakarta Kabinet Jabat Erat yang dipimpinnya berhasil merangkul bukan hanya seluruh organisasi mahasiswa namun juga meluas hingga organisasi mahasiswa daerah di ISI Yogyakarta. Salah satu bentuk rangkulan yang dirasakan oleh Ormawa dan Ormada di ISI Yogyakarta adalah ketika penglibatan mereka dalam acara expo UKM dan Gebyar Nusantara Ormada yang baru pertama kalinya ada dengan meriah dan penuh antusias mahasiswa. Selain itu, untuk menguatkan barisan mahasiswa terutamanya dalam mengawal isu strategis mahasiswa yang di dalamnya termasuk isu birokrasi kampus, UKT, kekerasan seksual, hingga optimalisasi peran Ormawa dan Ormada melalui salah satu kementerian di BEM ISI Yogyakarta Arya membuat forum musyawarah bernama Cangkruk Ormawa dan Ormada yang diikuti oleh seluruh BEM, HMJ, HMP, UKM, dan Ormada sebagai keterwakilan mahasiswa untuk menginventaris isu dan persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa maupun organisasi kemahasiswaan sekaligus mencari solusi penyelesaiannya melalui forum musyawarah diskusi.

“Sesuai dengan spirit demokrasi yang kami bawa ketika bertugas di BEM ISI Yogyakarta. Kami ingin melibatkan seluruh mahasiswa dalam pengawalan setiap isu dan persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa. Saya selalu berharap mulai dari BEM ISI Yogyakarta dan diteruskan oleh seluruh organisasi kemahasiswaan di ISI Yogyakarta untuk terus berkomitmen konsisten menghadirkan solusi bagi sesama mahasiswa. Hal ini seperti halnya mahasiswa bantu mahasiswa. Kita bersama menguatkan barisan, meningkatkan rasa kepedulian, dan tidak apatis dengan politik kampus agar dapat memperoleh apa yang seharusnya menjadi hak kita sebagai mahasiswa.” Jelas Arya selalu ex ketua BEM ISI Yogyakarta.

Tidak hanya aktif di internal kampus, sejak Arya menjabat sebagai ketua BEM ISI Yogyakarta dirinya berhasil membawa BEM ISI Yogyakarta juga aktif di eksternal kampus yaitu dalam aliansi-aliansi BEM baik skala regional hingga nasional. BEM ISI Yogyakarta Kabinet Jabat Erat yang dipimpin oleh Arya kini menjadi sering terlibat dalam aksi-aksi turun ke jalan dan forum-forum nasional yang salah satunya membuat ISI Yogyakarta semakin dikenal oleh masyarakat secara lebih luas. Keberhasilan Arya sebagai ketua BEM ISI Yogyakarta dalam mengoptimalkan eksistensi BEM ISI Yogyakarta di internal maupun eksternal juga membuat dirinya terpilih sebagai Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY yang membawahi lebih dari 25 kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Terpilihnya saya sebagai Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY juga tentunya berkat kepercayaan yang diberikan oleh seluruh kampus yang tergabung di dalam BEM Nusantara DIY. Hal ini juga turut menjadi bukti bahwa kampus seni bisa menjadi pelopor atau penggerak kampus-kampus lainnya untuk lebih produktif dan progresif terutamanya dalam gerakan kemahasiswaan.” Ucap Arya selalu ex ketua BEM ISI Yogyakarta.

Pos terkait