Operasi Mata Berjalan Lancar, Semua Gratis Dengan Kartu JKN

Melanesiatimes.com – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya warga masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya. Senin (19/02/2024)

Bacaan Lainnya

Salah satu peserta yang telah merasakannya adalah Dorce Jitmau (50). Sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Dorce mengaku sangat terbantu ketika membutuhkan layanan kesehatan karena sakit. Dia pun kemudian membagikan pengalamannya ketika akhir tahun lalu harus menjalani operasi mata akibat gangguan penglihatan yang semakin mengganggu aktivitas kesehariannya.

“Gangguan pada mata saya berawal ketika tidur dan kemudian terbangun, penglihatan saya tiba-tiba kabur. Ketika keluar dan melihat matahari pun tidak kelihatan, semacam ada kabut di bagian depan mata saya. Apalagi saat melihat orang lewat, begitu gelap kelihatannya sehingga saya tidak bisa mengenali orang yang datang kepada saya,” cerita Dorce saat ditemui dikediamannya, Senin (19/02/2024)

Setelah mengalami kondisi tersebut, Dorce pun langsung memberitahu suaminya yang ternyata sebelumnya juga sudah terlebih dahulu mengalami gangguan pada mata dan telah mendapatkan penanganan dari dokter. Dengan berbekal katur JKN dan didampigi suaminya, dia pun bergegas ke Puskesmas setempat untuk memeriksakan matanya. Setelah diperiksa, dokter pun kemudian memberikan rujukan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Saya membawa rujukan dan langsung menuju ke Rumah Sakit (RS) Maleo. Sesampai disana petugas langsung memeriksa identitas dan tidak lama saya langsung diarahkan untuk diperiksa oleh dokter. Dokter pun memberitahu kalau penyakit tersebut adalah katarak, sehingga harus dilakukan operasi,” ucap Dorce.

Dorce melanjutkan, setelah didiagnosa dokter, dirinya pun kemudian diberikan obat sembari menunggu jadwal operasi yang telah ditetapkan pada pekan berikutnya. Tiba pada waktunya, dia pun kembali ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Semua tindakan operasi berjalan lancar, menurutnya alat-alat yang digunakan sangat canggih, serta semua petugas mulai dari perawat sampai dokter semuanya begitu ramah dan sangat baik dalam melayanani.

“Mereka melayani dengan baik, bukan hanya saya tapi semua orang disana dilayani dengan baik. Termasuk suami saya yang sebelumnya juga telah selesai menjalani operasi dikedua matanya. Bahkan sebelumnya, suami saya juga sudah sempat membagikan pengalamannya kepada kerabat, sehingga beberapa teman yang mengalami kondisi sama dengan kami telah memeriksakan matanya, ada yang sudah selesai operasi, ada juga yang sedang proses untuk menjalani operasi,” lanjut Dorce.

Dengan apa yang telah dirasakan dirinya dan suaminya, Dorce kemudian berpesan kepada semua masyarakat Indonesia khususnya yang di Papua tentang begitu pentingnya menjadi peserta JKN. Baginya menjadi peserta BPJS Kesehatan sangat membantu, karena ketika sakit dapat dilayani dan semua gratis tanpa dipungut biaya.

“Semua orang harus tahu manfaat JKN, semua orang yang sakit mata seperti kami harus berobat agar mata nya bisa sehat dan kembali meihat,” pungkas Dorce.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama menjelaskan, pada prisipnya BPJS Kesehatan sebagai badan penyelenggara Program JKN akan menjamin setiap layanan kesehatan yang diberikan berdasarkan indikasi medis oleh dokter sesuai dengan ketentuan, termasuk untuk layanan kesehatan mata. Untuk alur layanan pemeriksaan mata, peserta JKN aktif yang merasakan gangguan pada mata dapat memeriksakan diri terlebih dahulu pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas atau dokter praktik perorangan atau klinik. Kemudian jika memerlukan tindakan lebih lanjut, dokter pada FKTP akan memberikan rujukan pemeriksaan ke rumah sakit.

“Untuk penyakit mata yang memerlukan tindakan operasi, tentunya BPJS Kesehatan akan menjamin tindakan operasi yang dilakukan sesuai hasil diagnosa dokter. Selain itu untuk gangguan penglihatan lain seperti rabun, akan dibuat resep oleh dokter spesialis mata, untuk selanjutnya dapat ditebus di optik-optik yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” jelas Pupung.

Pupung juga menambahkan, sesuai ketentuan saat ini, yang masuk dalam penjaminan JKN adalah gangguan penglihatan dengan nilai spheris sekurang-kurangnya 0,5 dan silinder 0,25. Untuk biaya bantuan kacamata yaitu peserta JKN kelas satu sebesar Rp 330.000, kelas dua Rp 220.000 dan kelas tiga Rp 165.000″. Tambahnya. (ZK)