Sikap Potensi Kecurangan Pemilu, HMI Gelar Nobar “Dirty Vote”

waktu baca 1 menit
Selasa, 13 Feb 2024 14:06 0 7 Ilham Saputra

Melanesiatimes.com – Ramainya film dokumenter Dirty Vote membuat publik bertanya-tanya mengenai kebenaran yang disampaikan tiga ahli tata negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Feri Amsari, dan Bivitri Susanti.

Kali ini Himpunan Mahasiswa Islam Koordinator Komisariat Universitas Ibnu Chaldun (Korkom HMI UIC) mengadakan nonton bareng film dokumenter “Dirty Vote” dilapangan kampus UIC dengan mengundang aktivis, mahasiswa dan masyarakat, pada Senin malam, (12/02).

Umar ketua pelaksana kegiatan nobar “Dirty Vote” mengungkapkan bahwa dirinya menyambut baik dan bukti kesadaran publik terhadap integritas pemilu yang diharapkan oleh masyarakat.

“Dengan kami mengadakan acara nobar tersebut, banyak teman-teman mengaku sangat antusias hingga tercipta diskursus sebagai bentuk kritik Pemerintah dan menolak segala potensi kecurangan di pemilu 2024”, ujar Umar dalam keterangannya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menonton film ini, sebab bisa dijadikan landasan bagi para pemilih sebelum menentukan pilihannya di TPS nanti.

“Pemerintah mesti netral dan harus berjalan dengan free dan fair”, ungkapnya.

“Penyelenggara pemilu harus mengedepankan netralitas, menjauhkan diri dari preferensi politik atau kepentingan tertentu. Hal itu menurut dia menjadi kunci utama dalam memastikan integritas, keadilan, dan kepercayaan masyarakat terhadap jalannya proses pemilihan yang demokratis dan transparan”, Tutup Umar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Semua orang ingin dihargai, tapi banyak yang lupa untuk menghargai orang lain dulu." Hormat itu saling memberi, bukan cuma diminta.

"Orang bilang waktu adalah uang, tapi banyak yang menghabiskannya untuk hal sia-sia." Hargai waktumu, karena tidak ada toko yang menjual waktu tambahan.

"Kalau sibuk hitung rezeki orang, kapan sempat hitung bersyukur sendiri?" Rumput tetangga selalu hijau, tapi siapa tahu tanahnya beracun.

“Cinta yang dipenuhi alasan hanya bertahan sampai alasan itu hilang." Cinta yang sejati bertahan tanpa perlu dicari alasannya!.

"Orang suka menilai kebahagiaan dari luar, tapi lupa bahwa senyuman juga bisa dibuat-buat." Jangan iri pada apa yang terlihat, karena yang tak terlihat sering kali lebih nyata.

"Cinta yang dipenuhi alasan hanya bertahan sampai alasan itu hilang."Cinta yang sejati bertahan tanpa perlu dicari alasannya!

"Katanya teman sejati, tapi sinyalnya hilang pas kita butuh." Teman yang baik itu hadir, bukan cuma saat senang.

"Dia yang paling sibuk mengomentari, biasanya yang paling sedikit kontribusi" Pembenci akan terus bicara, meski kebaikanmu lebih nyaring dari suara mereka.

LAINNYA