Hasil Muswil Majelis Musyawarah, KAHMI Provinsi Papua Barat Daya

Melanesiatimes.com – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Papua Barat Daya, melaksanakan Muswil Perdana pada sabtu, di Vega Hotel (27/01/2024).

Bacaan Lainnya

Sejumlah Alumni HMI yang berada di wilayah Papua Barat Daya, melakukan Muswil, guna menjaring pimpinan yang disebut Presidium, Presidium terdiri dari 7 orang yang dipilih melalui forum Muswil, ketika telah terpilih 7 Presidium, maka akan dipilih salah satu dari ke tujuh Presidium untuk menjadi menjadi koordinator, yang disebut Koordinator Presidium.

Muswil ini berlangsung dari pukul 11.00 Wit sampai 00.00. Hingga mencapai 7 anggota Presidium, namun pada putaran pertama, muncul 10 nama yang terpilih diantaranya:

  1. Dr. Bustamin dengan perolehan 4 suara
  2. Abdullah Usman Yeubun dengan perolehan 3 suara
  3. Hasby Suaib dengan perolehan 3 suara
  4. Mailan Sangaji dengan perolehan 3 suara
  5. Jufri Macap dengan perolehan 2 suara
  6. Anhar dengan perolehan 2 suara
  7. Hasan Makassar dengan perolehan 2 suara
  8. Syaiful Maliki Arif dengan perolehan 2 suara
  9. Arobe Bayete dengan perolehan 2 suara
  10. Khusnul Khotima dengan perolehan 2 suara

Dengan demikian 10 kandidat tersebut diminta kesediaan untuk melanjutkan ke putaran kedua. Dari penjaringan kesediaan, ada 3 kandidat yang tidak bersedia untuk melanjutkan ke putaran kedua, diantaranya Anhar, Hasan Makassar dan Syaiful Maliki Arif, selain dari itu 7 kandidat bersedia, untuk melanjutkan ke putaran kedua.

Kendati pada saat penjaringan permintaan kesediaan untuk masuk pada putaran kedua, sudah mencapai kuota 7 kandidat maka, pimpinan sidang langsung menetapkan 7 kandidat sebagai Presidium Majelis Wilayah Kahmi Papua Barat Daya, yang dipimpin oleh Dr. Bustamin dengan perolehan suara terbanyak 4 suara.

Pasca di tetapkan sebagai Koordinator Presidium, Bustamin menyampaikan “Hasil dari pemilihan ini adalah jalan Tuhan, sayapun tidak menyangka kalau dalam pemilihan itu saya dipercayakan sebagai Korpres, namun semua mengalir secara alami dan demokrasi, selain itu saya juga berpikir Kahmi ini di papua, sehingga bagaimana bisa menghadapi geopasifik dan berpikir banyak hal”. Ujar Bustamin.

Lanjut Bustamin, Kahmi ini merupakan kolektif kolegial, sehingga segalah keputusan berdasarkan rembuk atau kesepakatan bersama dalam memutuskan sebuah keputusan. Tambahnya.

 

Menurut Bustamin kepengurusan kali ini mengusung banyak program kerja dirokemdasikan dari forum ini yang harus dikerjakan, oleh sebab itu semua program kerja harus di dorong, terutama dari aspek budaya dan keislaman, karena ruh dari organisasi ini adalah, keislaman dan keindonesiaan.

Harapannya, ada dua hal yang menjadi prioritas MW Kahmi PBD kedepan, yaitu misi evaluasi dan misi transformasi, misi evaluasi adalah, bagaimana bisa mengevaluasi dan merefleksikan diri, bagaimana kita bisa ikhlas dalam segalah hal. Misi Transformasi ialah, revolusi antologis, bagaimana Kahmi bisa menerjemahkan gagasan, keislaman, Kebangsaan dan keindonesiaan di tanah Papua”. Tutup Koordinator Presidium Terpilih, Dr. Bustamin.

Pos terkait