Wuih, FPM Sebut Teddy Minahasa Diperlakukan Istimewah di Lapas Salemba

Melanesiatimes.com – Perlakukan istimewa terhadap tahanan terjadi lagi. Beberapa waktu lalu Alvin Lim bercerita bahwa Fredy Sambo mendapat perlakuan istimewa karena selama 4 hari berada dalam lapas Salemba tidak pernah ditempatkan disel atau bahkan blok MPL (Masa Pengenalan Lingkungan). Alvin Lim mendengar dari para WBP diLapas bahwa Fredy Sambo tidur di ruang KPLP.

Bacaan Lainnya

Terlepas dari kasus FS, Kali ini Forum Pemerhati Pemasyarakatan mendapat info bahwa Teddy Minahasa medapat perlakuan istimewa didalam Lapas Kelas IIA Salemba.

“Menurut informasi yang kami terima begitu masuk Lapas Salemba Teddy Minahasa langsung dikawal masuk oleh Kalapas Salemba Beni Hidayat. Teddy Minahasa langsung ditempatkan oleh kalapas ke Blok C, padahal kalau tahanan atau napi lain begitu tiba di Lapas Kelas IIA Salemba mereka harus ditempatkan di blok MPL (Masa Pengenalan Lingkungan) selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan,” Ujar Ketua Forum Pemerhati Masyarakat (FPM), Yanner saat ditemui di Kawasan Jakarta Pusat, Senin, (15/01/2024).

Yannel menyebutkan, selain teddy tidak berada di blok MPL dia juga diperlakukan istimewah seperti diberikan fasilitas berupa kamar khusus dan juga alat komunikasi.

“Hal itu tidak dilakukan terhadap WBP bernama Teddy Minahasa, Blok yang ditempati Teddy Minahasa juga tergolong elit karena satu kamar hanya diisi Teddy Minahasa. Kami juga mendapat informasi bahwa Teddy Minahasa diduga diberikan dan dibiarkan menggunakan Hand Phone,” katanya.

Menurut informasi yang pihaknya terima, alat komunikasi yang digunakan tahanan Teddy Minahasa biasanya ditipkan kepada salah satu petugas lapas Salemba.

“HP yang digunakan Teddy Minahasa menurut info yang kami terima kadang dititip ke salah satu pejabat atau Staf di Lapas Salemba,” sambung Yanner.

“Saya Yanner selaku Ketua Forum Pemerhati Pemasyarakatan meminta para pimpinan di Pemasyarakatan baik Bapak Menteri Hukum dan Ham, Irjen Kumham dan Dirjenpas Reinhard Silitonga agar segera mengusut tuntas informasi kami ini dan menindak tegas seluruh pejabat yang terbukti memberikan keistimewaan WBP bernama Teddy Minahasa,” ujarnya.

Terakhir, Yanner mendesak Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta agar mengambil sikap yang tegas terhadap Kalapas Salemba yang diduga ceroboh dalam penyalahgunaan jabatan dan wewenangnya sebagai Kalapas.

“Kalau perlu Copot Kalapas Kelas IIA Salemba karena telah dengan sengaja melakukan penyalahgunaan wewenang yaitu memberikan keistimewaan kepada Teddy Minahasa,” pungkasnya.