Natal Komunitas Akom Reateng Dan Simanja Yahim Sentani: Melihat Cahaya.

Melanesiatimes.com Jayapura- “Hari ini, ada diskriminasi, ada stigma-stigma yang dibangun di kompleks terkait anak-anak yang terlibat dalam hal-hal negatif, Jumat (29/12/2023).

Bacaan Lainnya

Pembentukan Komunitas ini dengan tujuan untuk mereka bisa berkarya sekalipun mereka punya kebiasaan-kebiasaan buruk, tapi kami mau supaya ke depan mereka berfungsi, potensi-potensi yang ada dalam diri mereka itu bisa digali karena itu berdampak bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas” demikian ungkap Ancelmus Felle, S.Si, Ketua Komunitas Reateng (Remaja Anak Tengah) dan Simpama Jaya (Simanja), kampung Yahim, Kelurahan Dobonsolo, distrik Sentani Kota, di sela-sela acara Natal Komunitas Akom Reateng & Simanja.

Menurutnya, perayaan Natal Bersama ini dilakukan sebagai upaya untuk membina karakter anak-anak kompleks yang selama ini terlibat dalam perilaku hidup negatif. “Rencana kami ke depan, ada wadah yang terbentuk, di situ ada pembinaan. Pembinaan yang bersifat holistik menyeluruh meliputi pembinaan kerohanian, karakter, sikap dan perilaku hidup, karena kalau hanya mengumpulkan mereka untuk pertemuan, itu sangat sulit. Tapi kalau ciptakan kegiatan untuk mengumpulkan mereka seperti musik atau olahraga, anak-anak itu pasti akan datang” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa anak-anak ini memiliki potensi. “Kegiatan futsal yang diselenggarakan baru-baru ini, membuktikan bahwa mereka punya potensi. Mereka juara. Dengan kegiatan semacam itu, pembinaan kerohanian bisa diselipkan. Karena itu, ke depan wadah ini harus terbangun agar pembinaan bisa dilakukan” akunya.

Senada dengan itu, Chairul Saleh Kalau, Ketua Panitia Pelaksanaan Acara Natal bersama ini menegaskan bahwa sebagai sesepuh, orang tua yang sudah lama hidup di kompleks ini, sangat tahu tentang perilaku hidup anak-anak, sehingga dirinya berharap agar ke depan Akom Reateng dan Simanja bisa berhasil dalam hidup.

“Sebagai orang tua di Yahim, bagaimana caranya supaya kita punya anak-anak Akom, ke depan mereka bisa berhasil dalam hidup ini, karena kebanyakan anak-anak kita sekarang ini sudah tidak betul dia punya arah hidupnya, apa yang harus mereka kerjakan, kebanyakan anak-anak ini pintar-pintar, cuma karena frustasi, terus bergaul dengan ganja, minuman, makanya kita adakan Natal ini, supaya mereka bisa mendengar firman Tuhan, supaya ke depan mereka sadar bahwa hidup ini berharga. Jadi sebagai orang tua saya ingin supaya mereka menjadi orang yang baik” ungkap Chairul Saleh, pria Muslim, yang sering disapa dengan nama Opa Herul itu menjelaskan.

Pada perayaan Natal Komunitas Akom Reateng dan Simanja itu ikut hadir Bapak Pendeta Naftali Modouw, S.Th, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura. Pada kesempatan itu, Pdt. Naftali Modouw mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Panitia Pelaksanaan Acara Natal bersama ini.

Baginya acara perayaan Natal ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepada anak-anak muda. “Karena itu, kami sangat mengapresiasi mereka dan sangat mengharapkan, agar wadah ini terus dibenahi dengan baik, supaya generasi muda ini bisa diarahkan, bisa berperilaku baik di tengah keluarga dan masyarakat. Jadilah anak-anak yang diharapkan oleh keluarga, masyarakat, Gereja, Pemerintah, dan bangsa” tandasnya.

Melihat bahwa generasi muda ini memiliki potensi, maka Ketua Persekutuan Gereja-gereja Kabupaten Jayapura itu menghimbau kepada Pemerintahan Kampung Yahim, Kelurahan Dobonsolo, Dinas terkait dan Pemerintah Kabupaten Jayapura agar bisa hadir memberikan perhatian dan pembinaan kepada wadah-wadah yang ada, secara khusus kompleks Reateng dan Simpama Jaya yang ada saat ini karena ada orang-orang yang peduli terhadap pembinaan anak-anak muda.

Acara perayaan Natal Komunitas Akom Reateng dan Simanja ini bertemakan: “See The Light”, alias Melihat Cahaya, yang dimaksud agar generasi muda secara khusus Reateng (Remaja Anak Tengah) dan Simpama Jaya (Simanja) kampung Yahim, kelurahan Dobonsolo ini bisa berubah dari perilaku negatif kepada hidup yang bermakna bagi banyak orang melalui pesan-pesan Injil yang diperdengarkan dalam perayaan Natal bersama itu. (DN)

Pos terkait