Jasa dan Karya Besar Alm. Lukas Enembe, S.IP., MH Ternodai Dengan Adanya Aksi Anarkis.

Melanesiatimes.com Jayapura- Alm. Lukas Enembe, S.IP., MH, sosok Bapak bagi semua orang, Pejuang Cinta Kasih, Bapak Pembangunan, tokoh besar yang telah berjasa dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua, mencintai alam dan manusia yang hidup di atas Tanah Papua, dengan semangat saktinya: “Kasih Menembus Perbedaan” telah dinodai oleh aksi anarkis sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menghormati Almarhum, Kamis (28/12/2023).

Bacaan Lainnya

Menyikapi berita duka terpanggilnya Bapak Lukas Enembe, S.IP., MH, di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Selasa (26/12/2023), Setda Provinsi Papua mengeluarkan Surat Edaran Gubernur, Nomor: 100.3.4.1/15267/SET, tentang Pengibaran Bendera Setengah Tiang Sebagai Tanda Berkabung atas Wafatnya Almarhum Bapak Lukas Enembe, S.IP., MH, Gubernur Papua Periode 2013-2018 & 2018-2023, selama 3 (Tiga) hari yang dimulai dari Rabu 27 Desember 2023 hingga Jumat 29 Desember 2023 dan Surat Undangan, Nomor: 100.3.4.1/15268/SET, tanggal 27 Desember 2023, perihal Penjemputan, Persemayaman, dan Pemakaman Alm. Lukas Enembe, S.IP., MH, yang ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat umum dari segala lapisan, sudah seyogianya diindahkan dan dilaksanakan demi menghormati jasa dan karya besar Putra Terbaik Papua itu.

Dari pantauan media ini, seluruh elemen masyarakat baik Orang Asli Papua (OAP) maupun Non-Asli Papua begitu antusias menyambut kedatangan Almarhum Bapak Lukas Enembe di Bandar Udara Sentani, Kamis (28/12/2023), guna mengungkapkan, rasa duka yang mendalam, seraya memberikan penghormatan terakhir kepada Bapak yang mereka cintai.

Jalanan terlihat sepi, penjagaan juga tidak terlalu diperketat, beberapa toko dan ruko masih sempat buka, masyarakat masih mondar mandir di jalanan, situasi terpantau aman dan terkendali.

Meski bandara sudah terlihat ramai pengunjung, situasi masih tetap aman hingga Almarhum Lukas Enembe tiba dan diterima di ruang VIP Bandara. Tangisan air mata menyelimuti suasana pagi ini. Semua orang yang mengenal Almarhum tentu sangat merasakan kehilangan.

Rencana semula agar jenazah diarak dengan Ambulance menuju tempat persemayaman di STAKIN Sentani, demi menjaga situasi tetap teratur, tertib, aman dan terkendali, ternyata tidak diterima oleh masyarakat yang sangat mencintainya.

Sejumlah pemuda lantas menghentikan Ambulance dan meminta agar jenazah Almarhum Bapak Lukas Enembe harus diarak dengan berjalan kaki.

Rasa cinta yang dilimuti kesedihan mendalam itu tetap dalam situasi aman tanpa tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Masyarakat umum pengantar jenazah Almarhum Bapak Lukas pun tiba di STAKIN Sentani dalam situasi aman terkendali. Namun, dibalik pejalan kaki itu, terpantau sekompok pemuda paling belakang mulai melancarkan aksi lempar melempar batu ke arah bangunan sekitar jalan raya.

Para awak media dan masyarakat umum yang masih ikut dalam prosesi perarakan menuju STAKIN Sentani itu harus berlari kocar-kacir menyelamatkan diri, toko-toko yang sempat buka harus segera ditutup, mulai terlihat adanya aksi brutal, pembakaran mobil, dan penyerangan terhadap aparat TNI-POLRI, yang sedang berjaga.

Di dalam lingkungan STAKIN, tempat Jenazah Almarhum Bapak Lukas Enembe disemayamkan, situasi tetap aman, namun di jalanan situasi tak terkendali lagi. Pj. Gubernur Papua Dr. M Ridwan Rumasukun, SE., MM, sejumlah pihak keamanan, dan sejumlah masyarakat harus menjadi korban tindakan anarkis itu.

Meskipun himbauan untuk menjaga Kamtibmas telah disampaikan baik oleh pihak Keluarga, yang diwakili Wakil Ketua I, DPR Papua, Dr. Yunus Wonda, Pangdam XVII/Cendrawasih, Kapolda Papua, Kapolresta Jayapura, Pj. Bupati Jayapura, Pj. Walikota Jayapura Tokoh Adat, Tokoh Gereja maupun Presiden GIDI, tapi semuanya itu seakan tidak digubris oleh oknum-oknum pembuat aksi brutal.

Aksi brutal itu sempat diredam dengan adanya himbauan keluarga. Pasalnya, pengantaran jenasah Almarhum masih harus dilanjutkan menuju rumah duka yang berlokasi di Koya Tengah.

Di Expo Waena, masyarakat sempat berhenti untuk mendapatkan arahan agar tetap tenang, tertib dan teratur selama pengantaran jenasah Almarhum Bapak Lukas Enembe hingga tiba di rumah duka, Koya Tengah, distrik Muara Tami, tempat peristirahatan terakhir.

Semuanya terpantau aman dan tak mencurigakan. Setelah melewati Waena menuju Abepura, situasi kembali mencekam dengan terbakarnya sejumlah ruko dan kompleks perumahan Korem di pertigaan Lampu Merah Waena. Masa menjadi semakin tidak terkendali. Sejumlah bangunan juga ikut dirusak massa, bahkan kantor YPPK FA Kota/Kabupaten Jayapura di Kotaraja ikut dilempari batu hingga kaca-kaca berhamburan di dalam ruangan. Terjadi pula perlawanan massa dari kelompok Nusantara yang tidak menerima dengan tindakan anarkis itu.

Aksi brutal itu sangat disayangkan oleh berbagai pihak. Pasalnya, Bapak Lukas Enembe merupakan Sosok Bapak yang mencintai dan dicintai oleh semua lapisan masyarakat di Papua. Mereka mengenal dia, sebagai Bapak Pembangunan, Pejuang Kemanusiaan, yang terus menerus menggelorakan cinta kasih dengan slogan saktinya: “Kasih Menembus Perbedaan”. Karena itu, kematian Almarhum merupakan duka nestapa yang dirasakan oleh segenap warga masyarakat baik Orang Asli Papua maupun Non-Asli Papua.

Meskipun situasi agak mencekam, namun prosesi perarakan Jenazah Almarhum Bapak Lukas Enembe pun tetap berjalan lancar hingga tiba di rumah duka Koya Tengah, distrik Muara Tami, Kota Jayapura, sekitar pukul 23.45 WIT sambil menunggu informasi kepastian pemakaman dari keluarga.

Kita semua berharap, agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap tercipta. Apalagi masih dalam suasana Natal. Semoga slogan Almarhum Bapak Lukas Enembe, S.IP., MH “Kasih Menembus Perbedaan” tetap bergelora dalam hati dan sanubari setiap insan yang hidup di atas Tanah Papua. (DN)