Dukung Prabowo Gibran, Manise Indonesia Gali Isu Perempuan & Anak di Papua Barat Daya

Melanesiatimes.com – Koordinator Nasional (Kornas) Manise Indonesia, Danik Eka Rahmaningtiyas bertemu dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Papua Barat Daya – Dewi Shinta Bela di Sorong. (Minggu, 01/12/2023)

Bacaan Lainnya

Danik mengatakan, bahwa tujuan pertemuan ini untuk membahas penyusunan Koordinator Daerah (Korda) Manise Indonesia se-Papua Barat Daya sekaligus pengkayaan isu-isu perempuan dan anak yang perlu jadi fokus perjuangan.

Manise Indonesia merupakan akronim dari Perempuan Islam Peduli Indonesia, terdiri dari perempuan Islam yang memiliki latar belakang aktivis organisasi Islam, profesional hingga ibu rumah tangga. “Sebagai pergerakan masyarakat sipil tentu memiliki fokus isu spesifik. Menyuarakan isu perempuan dan anak agar menjadi perhatian serius seluruh stakeholder untuk menunjukkan keberpihakan yang konkrit” Kata Danik.

“Peningkatan kapasitas baik yang bersifat pengetahuan, keahlian maupun sikap merupakan sasaran aktivitas dari Manise Indonesia.” Tambah Danik.

Dewi juga menyampaikan keresahan perempuan di Papua Barat Daya, “Pelayanan kesehatan mental bagi perempuan hampir tidak ada disini. Padahal masalahnya banyak sekali, tidak ada yang peduli. Salah satu dampaknya ya di pola asuh anak yang tidak sehat juga.”

“Saya sebagai ibu muda pernah merasakan bagaimana beratnya melalui baby blues, beruntung sekali memiliki support system yang baik. Namun bagaimana perempuan di luar sana? Tidak sedikit kasus ibu menyakiti diri sendiri dan bayinya.” ungkap Dewi.

Manise Indonesia dalam akun instagramnya @maniseindonesia2023 mendeklarasikan bahwa dalam Pemilu 2024 ini mendukung Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo dan Gibran.

Danik mengatakan, “Sepintas program makan siang dan susu gratis untuk anak Indonesia terlihat sederhana, namun jika kita telaah lebih dalam ada upaya jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas di 2045.”

“Perempuan dan anak sebagai salah satu kelompok rentan, memerlukan langkah afirmasi baik dari segi kebijakan maupun pendampingan. Selain pergerakan kelompok sipil, tentu pemerintah harus memiliki komitmen serius untuk ini” ucap Danik.

Harapannya dengan terbentuk koordinator wilayah dan daerah, Manise Indonesia mampu terus bersuara untuk kepentingan perempuan dan anak hingga di pelosok-pelosok daerah. (ZK)