Bimtek Bantuan Kinerja dan Afirmasi Madrasah Reform, Kerjasama antara Kementrian Agama Dan World Bank.

Melanesiatimes.com – Bimbingan Teknik (Bimtek) Bantuan Kinerja dan bantuan Afirmasi Madrasah Reform, merupakan salah satu implementasi dari Bantuan Kinerja dan Afirmasi (BKBA) yang disponsori oleh Bank Dunia, bimtek dilaksanakan di Vega Hotel, Rabu (08/11/2023).

Bacaan Lainnya

Bimtek bantuan Kinerja dan bantuan Afirmasi dalam rangka menunjang Madrasah Refom, merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh kementrian agama, berdasarkan kerjasama antara kementrian Agama Republik Indonesia dan Bank Dunia (World Bank).

Pelaksanaan Bintek ini dihadiri oleh teman – teman Tim Pengelola Bantuan Pusat, yang disebut Project Management Unit (PMU), Tim Pengelola Bantuan tingkat Provinsi, yang disebut Provincial Coordinating Unit  (PCU) dan Tim Pengelola Bantuan Distrik, yang disebut District Coordinating Unit (DCU).

Peserta dari kegiatan ini adalah, perwakilan dari sekolah madrasah yang ada di wilayah Papua Barat dan Papua  Barat Daya, yang merupakan bagian dari Madrasah Reform.

Fauziah Muhammad Saman (Sekretaris PCU Provinsi Papua Barat)

Madrasah Refom merupakan salah program yang ditalangi oleh bank dunia dalam rangka bimbingan bantuan kinerja dan bimbingan bantuan afirmasi tahun 2023. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2020, namun Papua Barat baru menerima bantuan ini ditahun 2023 tujuannya adalah untuk pembangunan infrastruktur maupun pembangunan manusianya (SDM).

“Alhamdulillah dari 38 provinsi, kita di Papua Barat ini, tidak ketinggalan bantuan BKBA (Bantuan Kinerja dan Bantuan Afirmasi) Tahun 2023, dari 121 madrasah baru 15 madrasah yang baru diberikan bantuan BKBA , semoga di tahun- tahun mendatang akan bertambah lagi”. Harap Fauzia.

Fauziah Muhammad Saman selaku Sekretari PCU Provinsi Papua Barat yang juga merupakan Ketua Kurikulum Sarana Prasarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Provinsi Papua Barat, berahap kontrak kerja sama ini akan berlanjut lagi di 5 tahun akan dating, karena kami sangat mengharapkan bantuan yang di berikan oleh bank dunia.

Lanjut Fauziah, mengurus syarat untuk mendapatkan bantuan ini banyak syarat yang harus terpenuhi dan dilakukan secara online, mengingat kita telah berada di zaman digitalisasi, sehingga harus mengikuti perkembangan zaman. Masih banyak madrasah  yang belum terpenuhi syaratnya, karena mengalami kendala dalam mengupload data, pasalnya belum terlalu bagus jaringan internet dibagian pinggiran atau pedalaman”. Ungkap Fauziah.

Fauziah berharap dengan bantuan BKBA ini, harus ditunjang juga dari segi jaringan internet, semoga ke depan semua wilayah pedalaman bisa terakses oleh jaringan internet, sehingga kedepannya semua madrasah yang ada di Papua Barat dan Papua Barat Daya bisa mendapatkan bantuan juga”. Tegasnya.

Meriana Chrismawati (Staf Madrasah Refom REP-MEQR)

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu perwakilan dari Jakarta Pusat, Project Management Unit (PMU), Meriana Chrismawati menyampaikan “Bantuan yang diberikan oleh World Bank kepada Madrasah ini, agar digunakan sebaik dan semaksimal mungkin sesuai dengan ketentuan – ketentuan juknis yang ditetapkan oleh pusat, jadi penggunaan dana ini tidak boleh lebih dari pengalokasian penggunaan dana, pasalnya semua dana yang dikucurkan sudah ada pos-posnya, misalkan rehab bangunan fisik sekian %, dan pengembangan Madrasah Digital sekian%. jelasnya, lanjut Meriana, ada 2 jenis bantuan yang diberikan oleh World Bank yakni, bantuan Kinerja dengan nilai bantuan sebesar Rp. 100.000.000 dan bantuan Afirmasi sebesar Rp. 150.000.000”. Ujarnya.

Unduh:[pdf-embedder url=”https://melanesiatimes.com/wp-content/uploads/2023/11/PENGUMUMAN-DCT-PBD-1.pdf” title=”PENGUMUMAN DCT PBD”]

Harap Meriana, semoga kedepannya bantuan yang di peruntuhkan dalam BKBA makin dimaksimalkan dari segi nominalnya, sehingga kebutuhan madrasah yang ada di wilayah Papua lebih ditingkatkan dari segi pembangunan fisik, pengadaan dan SDMnya. Tutup Meriana Chrismawati. (DIR).