Rencana Design Pengembangan Vokasi Pariwisata Raja Ampat 

Melanesiatimes.com – Program Pengembangan Program vokasi pariwisata Raja Ampat ini, dilaksanakan di Vega Hotel, Rabu (08/11/2023).

Bacaan Lainnya

Program ini dimandatkan oleh pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, untuk menjaring aspirasi publik melalui responden dan informan, serta melakukan pertemuan dengan para tokoh di dalam Forum Fokus Group Diskution (FGD) selama 3 hari.

Ditemui di Vega Hotel Prof, Dr. Drs. Akbar Silo. M.S memberitaka “hari ini kami berharap sudah tuntas informasi awal untuk pengembangan program vokasi ini, tim yang diturunkan sebanyak 63 orang dan tersebar di Kota Sorong, kabupaten sorong dan Raja Ampat.

Kajian pengembangan Program vokasi pariwisata Raja Ampat ini merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Dispora, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya.

Sebagai kegiatan awal, kita menjaring data sebagai aspirasi masyarakat yang selanjutnya akan diolah secara akademis dan diserahkan kepada pembuat kebijakan dalam hal ini Pemerintah provinsi Papua Barat Daya, tokoh – tokoh yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan LSM yang ada di kabupaten kota Provinsi Papua Barat Daya.

Prof. Akbar yang juga sebagai (Ketua Tim Pusat Studi Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Daerah Universitas Cendrawasi (PSKMPD Uncen).menyampaikan “Dalam pengolahan data, ada beberapa tahapan yang akan dilakukan, pertama, tahapan kegiatan utama, kedua Kajian Potensi Kelayakan Regulasi Vokasi dan Benchmarking Keperguruan tinggi, Ketiga penyelenggara Vokasi Menyusun dan Mengusulkan Dokumen persyaratan. Tambah Prof. Akbar Silo.

Kegiatan ini terfokus pada rencana pengembangan Program vokasi pariwisata di Raja Ampat, untuk mekanisme program ini mengacuh pada intervew responden, maupun kajian data sekunder, lalu seluruhnya nanti kita akan review dan kemudian kita sampai kepada simpul – simpul terbaiknya.

“Setelah ini kami juga akan coba, melakukan diskusi dengan beberapa perguruan tinggi penyelenggara Vokasi di luar Tanah Papua, agar memperoleh pembanding dalam Pengembangan Vokasi Pariwisata Raja Ampat”. Tutupnya. (DIR)

Pos terkait