Fatra Mochammad Soltief: Lembaga atau Dewan Adat Diatas Tanah Papua Tidak Berpolitik Praktis

Fatra Muhammad Soltief (Ketua LMA) PBD

Melanesiatimes.com – Fatra mochammad soltief Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA – PBD), memberikan sanggahan terkait pangatasnamaan Masyarakat Adat Papua kepada Capres Ganjar Pranowo. (23/10/2023)

Bacaan Lainnya

Kepada media  ini Fatra, menyampaikan Sebagai Anak Adat Suku Maya KalanaFat “Kami Mengecam Keras atas Aksi Paul Vincent Mayor Yang Mengatasnamakan Masyarakat Adat Papua untuk Mendukung Salah Satu Bakal Calon President. Anda Boleh memberikan dukungan kepada siapapun, karena Itu Hak Anda, Tapi Secara Individu jangan bawah nama masyarakat Adat”. Tegas Fatra.

Hak Politik Melekat Pada Setiap Individu Setiap Anak Negri, Tapi setiap Individu tidak Punya hak untuk menentukan hak poilitik orang lain, apalagi, Pemimpin Adat seperti kepala Suku atau Ketua Organisasi yang berbasis Kultur, mengklaim atas nama Masyrakat Adat.

Namun jika ada Pemimpin Adat atau Organisi Adat mengklaim dukungannya, pada calon terentu, maka Masyarakat wajib mempertanyakan kredibilitas kepemimpinannya, apakah kehadiranya untuk memperjuangkan Aspirasi Masyarakat atau Aspirasi secara person.

Sekiranya ada  Kepala Suku yang nemploklamirkan atau Mendukung salah satu capres tertentu maka wajib hukumnya, mengundurkan diri, sehingga tidak mencedrai semangat perjuangan Asprasi Msyarakat Adat, karena Organisasi Adat tidak berpolitik praktis.

Ketua LMA PBD menegaskan para Capres dan Cawapres merupakan  Putra – Putra Terbaik Bangsa Indonesia, oleh karena itu, kami sebagai Tokoh adat, akan memberikan dukungan Penuh kepada semua capres maupun Cawapres dalam berkompetisi di tahun 2024 nanti, namun secara kelembagaan kami tidak pernah memberikan dukungan kepada kandidat tertentu.

Lanjut Fatra, silahkan anda berpolitik tapi jangan bawa nama Masyarakat Adat Papua, mari kitorong saling Menghargai dan menghormati diatas Tanah Papua ini. Tutupnya. (RIL)