Sinergitas Pemuda Maluku Bersatu (PMB) dan Polri Demi Mewujudkan Papua Barat Daya Yang Aman, Kondusif dan Bebas Miras

Foto Bersama Pemuda Maluku Bersatu, Dewan Pembina dan Kapolsek Sorong Timur

Melanesiatimes.com – Ajang Konsolidasi dan Silaturahmi Pemuda Maluku Bersatu dengan tema “Memperkuat Sinergitas Antara Polri dan Pemuda Maluku Bersatu Demi Mewujudkan Papua Barat Daya Yang Aman dan Kondusif” Vega Hotel Sorong (09/10/2023)

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Ketua Pemuda Maluku Bersatu, Mohammad Sama Bugis yang biasa disapa MSB, dalam sambutannya, menegaskan, pemuda adalah bagian dari sosial kontrol di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, akan tetapi fungsi sebagai social kontrol tidak akan terjawab bilamana satuan-satuan pemuda atau komponen-komponen pemuda, tidak dirangkul dengan baik dan digembleng secara mentalitas.

Hal ini menjadi tugas bersama guna mendidik dan memperbaiki karakter Pemuda Maluku Bersatu agar menjadi Agen Of Change (Pembawah Perubahan) ditengah – tengah masyarakat khusunya di Provinsi Papua Barat Daya ini.

Pemuda Maluku Bersatu ini sendiri dideklarasikan pada tanggal 18 Juni 2023 di Gedung Pemerintah Kota Sorong, Gedung Lambert Jitmau. Yang mendasari  pendirian organisasi ini adalah sebagai fungsi control  terhadap pemuda maluku yang jauh dari negeri Maluku, oleh sebab itu, sebagai wujud komitmen bersama dan menjaga serta melestarikan adat istiadat, budaya dan sumpah pela gandong, pela dara yang secara turun temurun wajib bagi pemuda/I Maluku untuk bersatu dan berikrar atas nama kesukuan jangan sampai dilepaskan.

Organisasi ini juga bertujuan menjaga nama baik adat istiadat, pela dan gandong sesama orang Maluku khususnya dan masyarakat Papua Barat Daya pada umumnya, seraya mementingkan hak orang banyak dengan memberikan keamanan dan kenyamanan serta menjaga kantibmas diwilayah DOB ini.

Pengurus Pemuda Bersatu Sorong Raya

MSB menyampaikan salah satu kekuatan orang Maluku yaitu menjaga keberagaman dalam sektor kehidupan sosial dan bertoleransi dalam berkeyakinan” Papar MSB.

Kegiatan konsolidasi dan silaturahmi ini juga dihadiri oleh Kapolres Sorong Kota yang diwakili oleh Kapolsek Sorong Timur Pak La Ode, Dewan Penasehat Maluku Bersatu Rizal Latupono dan 19 suku tanah Maluku yang ada di Provinsi Papua Barat Daya.

Kegiatan ini juga sebagai konektifitas antara masyarakat dan pihak Polri dalam mengkampanyekan  papua sebagai zona damai, kota tanpa kerisauan, tanpa kekacauan dan bebas miras atau minuman beralkohol.

“Organisasi PMB ini juga merupakan corong informasi kepada seluruh pemuda/I Maluku yang berdomisil di Tanah Malamoi ini”. Tegas MSB.

Hal senada juga disampaikan oleh Dewan Penasehat Maluku Bersatu, Rizal Latupono “Pemuda Maluku Bersatu harus berkomitmen dengan tema yang diusung memperkuat sinergitas antara Polri dan PMB, untuk itu kita harus kuat, kita harus bersatu dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di provinsi yang ke-38 ini”. Tegasnya.

Rizal Latupono juga berharap Pemuda Maluku Bersatu, agar sekiranya menjauhi segalah hal yang  negatif seperti, narkoba, minum keras, begal dan lain – lain, sehingga mampu menciptakan kondisi yang kondusif dikalangan masyarakat, yang ada pada daerah yang sama – sama kita cintai ini.

Tiga hal yang menjadi tanggung jawab kita di tanah rantau dan menjadi focus kita yakni, sendok, priring dan gelas, kata filosofi ini artinya, kita hidup ditanah rantau, mencari nafkah untuk keluarga kita, membantu sesama warga masyarakat dalam menjalin social relation (hubungan antar sesama), jangan ada gerakan-gerakan lainnya. Tambahnya.

Ketua PMB Didampingi Kapolsek Sortim, Dewan Penasehat dan Moderator

Dalam kesempatan yang sama Kapolsek, juga menghimbau agar seluruh masyarakat yang ada di PBD ini agar menjaga sinergitas bersama TNI/Polri, membangun kemitraan seraya membantu pihak kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masing-masing.

Ketika ditanyai tentang miras atau minuman yang beralkohol, Kapolsek, mengajak kepada Pemuda Maluku Bersatu agar sama-sama, kita kawal agar dampak dari minuman beralkohol ini bisa berkurang dan akan menertibkan secara bersama-sama.

“Personil kami kurang lebih 600 personil dan tidak mungkin bisa menjangkau semua hal, untuk itu kami juga berharap kepada PMB agar sama-sama kita bangun sinergitas, kita jaga keamanan lingkungan, kedamaian dan tetap akan kita kawal bersama-sama masalah miras ini, sehingga dapat terselesaikan sesuai harapan kita, kios-kios minuman beralkohol yang tidak punya izin, kita minta kepada pemerintah untuk ditertibkan”. Tutupnya.

Langka selanjutnya yang akan dilakukan oleh PMB adalah turun jalan menggelar petisi dalam rangka penolakan penjualan miras atau minuman beralkohol tanpa izin dan meminta kepada pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kota Sorong, agar segerah menutup tempat-tempat penjualan minum beralkohol tanpa izin di wilayah sorong raya. (DIR)