Diduga BWS Papua Barat Lalai Dalam Pekerjakan Tanggul Sunggai Remu Kota Sorong.

Melanesiatimes.com – Seperti yang diketahui beberapa bulan lalu curah hujan di kota sering terjadi, hingga menyebabkan terjadinya longsor pada tanggul samping polres Sorong Kota. (Senin, 02/10/2023)

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan persnya pada Media ini saat itu, Badan Wilayah Sungai (BWS), Papua Barat berjanji akan sesegerah mungkin mengerjakan tanggul tersebut dalam kurun waktu dua minggu (14 hari) kendati pada kenyataannya hingga saat ini pekerjaan itu belum juga terselesaikan.

Sementara itu melalui hasil penelusuran Media ini dilapangan, terlihat para tukang dan buru bangunan sedang kerja, pada saat ditanyakan pegawas lapangan, mereka semua agak keberatan memberikan keterangan sehingga media ini coba untuk melakukan penulusuran ke masyarakat.

Menurut informasi dari ketua RT di wilayah seputaran bibir sungai, kelurahan remu selatan, mengaku pernah di datangi oleh pihak BWS, untuk berkordinasi terkait pekerjaan tanggul tersebut. Pihak BWS sendiri awalnya ingin membangun tanggul dengan speak yang tak sama seperti yang sudah ada bahkan menurut pak RT, pihak BWS hanya ingin membangun dengan ketinggian yang 30cm padahal tanggul itu rata-rata tingginya 1meter.

Porses Pekerjaan tanggul

“Saya sampaikan ke mereka kalau bapak dorang membangun tanggul itu tingginya tidak mencapai satu meter mendingan stop kerja, daripada saya suruh masyarakat kasih bubar bapak dorang”. Imbuh Pak RT yang enggan disebut namanya.

Setelah saya sampaikan demikian barulah pihak BWS mengatakan ya sudah pak RT kami bangun sesuai dengan speak yang sebelumnya, yaitu satu meter tingginya.

Lanjut Pak RT “Jalan ini merupakan jalan pintas masyarakat pak, bukan hanya dilalui oleh warga sekitar sini, tapi juga oleh warga jalan nuri HBM dan sekitarnya, kalau mereka jalan ke pasar remu ini sudah jalan mereka, Saya juga heran, BWS berjanji akan menyelesaikan pekerjaan ini dalam waktu dua minggu, tapi seperti bapak lihat sendiri kan sampai sekarang belum selesai, padahal sudah dikerjakan hampir satu bulan lebih, Tutupnya.

Ketika dikonfirmasi ke pihak BWS via telepon, Wempi Nauw mengatakan, “kami sampaikan target dua minggu itu sebagai penyemangat saja kepada teman-teman dalam bekerja, tapi teknis dilapangan tidak seperti itu, semua tergantung kontraktor yang menanganinya, mungkin ada kendala dimasalah, bahan, mobilisasi pendanaan dan sebagainya, jadi kita tunggu saja. ungkapnya. (ZK)