Tolak Kehadiran Jepang di KTT Asean, Mahasiswa Lakukan Aksi depan Dubes Jepang

Foto Aksi Gerakan Aktivis Jakarta, depan Dubes Jepang, Rabu, (30/08/2023).
Foto Aksi Gerakan Aktivis Jakarta, depan Dubes Jepang, Rabu, (30/08/2023).

Melanesiatimes.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Jakarta siang tadi melakukan aksi unjuk rasa depan Kedutaan Jepang, di bilangan bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu, (30/08/2023).

Bacaan Lainnya

Aksi tersebut terkait dengan, kabar Jepang buang limbah nuklir ke laut membuat heboh dunia hingga seminggu terakhir. Berbagai ilmuwan juga menyampaikan pendapat yang beragam terkait hal tersebut.

Jepang telah mengumumkan akan melepaskan air olahan dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi. Rencana Jepang untuk melepaskan limbah radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut ini tentu saja menuai kontroversi dan reaksi negatif dari banyak negara.

Sejak bencana tsunami pada 2011 yang merusak PLTN itu, lebih dari satu juta ton air limbah yang sudah diolah telah terkumpul di sana. Jepang sekarang ingin membuangnya ke Samudra Pasifik.

Tentu dengan ada nya kegiatan pembuangan limbah ke laut ini, bukan hanyaa negara tetangga saja yang kena dampaknya tetapi juga menjadi ancaman buat perairan Indonesia. Kata Utoyo Usman, dalam rilisnya

Pemerintah Indonesia harus berani mengambil sikap tegas, bila perlu tolak kedatangan delegasi Jepang di Indonesia dan boikot produk-produk jepang seperti yang di lakukan di negara-negara lain.

“Kami dari Gerakan Mahasiswa Jakarta menilai tindakan yang di lakukan pemerintah Jepang sebagai kebijakan egois serta tidak bertanggung jawab.”

Laut harus diperlakukan sebagai barang umum bagi umat manusia bukan saluran pembuangan zat berbahaya yang gerkontaminasi nuklir, itu sama saja menghancurkan ekosistem laut dan juga generasi manusia di masa depan. Tegasnya

Untuk diketahui, dalam aksi tersebut, Gerakan Aktivis Jakarta pun menuntut :

  1. Menolak kedatangan Delegasi Jepang ke KTT Asean di Jakarta.
  2. Mendesak Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Jokowi untuk mengutuk tindakan kejahatan lingkungan yang di lakukan pemerintah Jepan.
  3. Boikot-boikot Produk Jepang di Indonesia.

Utoyo Usman ; Koordinator Aksi Gerakan Aktivis Jakarta