49 Tahun YPPK Berkipra di Tanah Papua

Melanesiatimes.com – Menuju YPPK yang mandiri membutuhkan sebuah sinergitas antara berbagai pihak baik Pemerintah, Lembaga YPPK, Gereja dan Masyarakat sebagai penguna jasa pendidikan” Demikian ungkap Direktur Sekretariat Eksekutif Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik Fransiskus Asisi Kota/Kabupaten Jayapura (SE’YPPK FA), Silvester Lobya, S.Sos dalam sambutan pada Perayaan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) YPPK FA Ke-49 Tahun 2023, Selasa (22/8/2023) di Gereja Kristus Terang Dunia, Waena, Kota Jayapura.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dalam perjalanan usia ke-49 tahun, YPPK telah banyak mencatat prestasi. Ada berbagai prestasi yang dicapai oleh guru melalui guru Penggerak, melalui berbagai penghargaan yang didapat, termasuk para Kepala Sekolah.

Dikatakannya bahwa sekolah YPPK telah mencatat prestasi yang gemilang. “Begitu banyak sekolah kita di Kota dan Kabupaten adalah Sekolah Penggerak. Label Sekolah Penggerak adalah Label Nasional sebagai bentuk penghargaan Pemerintah kepada Pendidikan kita,” ungkap Pria berdarah Kei itu.

Kesuksesan YPPK dalam meraih prestasi ini tidak terlepas dari komitmen dan kerja keras para Kepala Sekolah beserta dewan guru dan staf kependidikan. Karenanya pada momen yang penuh sukacita ini, Direktur YPPK Kota/Kabupaten Jayapura itu mengajak semua pihak untuk bersyukur kepada Tuhan karena berbagai prestasi yang telah mereka capai, sekaligus akan memberikan hadiah kepada siswa-siswi yang sudah berprestasi di kanca Nasional.

Dijelaskan bahwa perkembangan pendidikan YPPK sampai hari ini terus memperlihatkan kemajuan yang sangat membanggakan menuju YPPK yang mandiri.

“Saat ini tercatat di data base YPPK ada 6.300-an siswa YPPK yang berada di Kota/Kabupaten Jayapura. Ada 455 guru tenaga Penggerak dan Pengajar. Ini penting menjadi kekuatan bagi YPPK untuk terus maju, tetapi juga menjadi tantangan tersendiri bagaimana YPPK secara bertanggung jawab memberikan layanan terhadap hak dan kewajiban para tenaga pengajar kita,” ungkap Direktur yang sudah memasuki masa pensiunnya itu.

Sudah 10 tahun, Silverter Lobya dipercayakan menakodai Lembaga Pendidikan dan Persekolahan Katolik di Kota /Kabupaten Jayapura. Tidak mudah baginya untuk memimpin lembaga itu. Berbagai pengalaman pahit-manis, jatuh bangun, suka duka telah dilaluinya. Namun, dengan keyakinan dan komitmen teguh pada tujuan utama Yayasan, ia mampu mewujudkan visi YPPK sebagai lembaga yang mandiri.

“Saya bersyukur bahwa selama 10 tahun memimpin YPPK Kota/Kabupaten Jayapura belum pernah menunggak pembayaran gaji guru-guru. Meskipun setiap bulan kami harus mengeluarkan 1,5 milyar rupiah untuk pembayaran upah guru. Hal ini memperlihatkan kemajuan yang luar biasa. Berbagai pembangunan infrastruktur sudah dibuat di mana-mana, pembangunan gedung bertingkat, berbagai pelatihan peningkatan kualitas tenaga guru. Semua ini membuktikan bahwa YPPK berada di rel yang tepat menuju kemandirian Yayasan,” imbuhnya.

Diakuinya bahwa memimpin lembaga YPPK ke depan tidaklah mudah. Perlu menyiapkan Sumber Daya Manusia yang handal dan profesional, yang siap mengisi formasi jabatan-jabatan struktural dan fungsional pada kantor yayasan maupun di sekolah-sekolah.

“Tantangan bagi YPPK hari ini dan ke depan adalah bagaimana menyiapkan Sumber Daya yang siap untuk mengisi formasi jabatan yang ada di tingkat lembaga YPPK maupun di tingkat sekolah,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus YPPK FA Provinsi Papua, Veronika Indiastuti, M.Pd mengakui bahwa tanggal 23 Agustus 2023 YPPK berusia 49 Tahun, karena secara legalitas YPPK resmi disahkan pada tanggal 22 Agustus 1974. Namun sesungguhnya Pendidikan Katolik sudah ada jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.

Dalam sejarah pendidikan Katolik yang dibawa oleh para misionaris di Irian Jaya saat itu sudah berusia 149 tahun, seiring dengan masuknya Agama Katolik di Tanah Papua. Disinyalir bahwa pada saat itu peran Gereja Katolik dalam karya-karya pendidikan sesuai dengan jiwa dan semangat iman Kristen, pendidikan dikelola oleh Gereja sungguh luar biasa.

Baginya Gereja Katolik meletakkan tonggak pendidikan Katolik di Tanah Papua dengan seluruh suka dukanya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa para perintis pendidikan saat itu, hanya berbekal visi, komitmen dan keberanian telah bekerja keras membangun fondasi kokoh pendidikan di tanah Papua, dengan segala tantangannya.

“Perjuangan para perintis saat itu menantang kita semua untuk melanjutkan perjuangan mereka sesuai dengan peran kita masing-masing, sebagai Pengurus Yayasan dari tingkat provinsi sampai ke wilayah, sebagai Kepala Sekolah, sebagai guru dan tenaga kependidikan dan semua orang yang bekerja di lingkungan YPPK. Kita diajak untuk serius dan berkomitmen dalam memajukan mutu pendidikan di bawah naungan YPPK,” tandasnya.

Senada dengan itu, menurut Mgr. Yanuarius T. Matopai You, YPPK tak boleh berpuas diri dengan sebutan “YPPK boleh
Sekolah YPPK bagus”. Dikatakannya walaupun secara internal masih banyak kekurangannya. Tapi harus terus maju, harus terus bersaing dengan sekolah-sekolah yang lain. Tujuannya agar pendidikan yang sudah dimulai oleh para perintis, terus dimajukan, terus dikembangkan dan berkualitas. Memberikan kualitas pelayanan pendidikan yang prima kepada masyarakat, karena pendidikan adalah tugas pertama dan hak kesulungan Gereja. Mendidik dan membina anak-anak adalah tugas pokok Gereja. Namun sayangnya, kualitas pendidikan anak-anak di daerah yang paling jauh seperti Saminage sungguh sangat memprihatinkan.

“Saya mengajak kepada keluarga besar YPPK untuk kita prihatin dengan saudara-saudari kita seiman di Saminage. Ada 2.500-an umat di Saminage adalah umat Katolik. Ada sekolah tapi tidak ada operasional. Tidak ada guru yang mengajar di sana. Anak-anak Katolik kita tidak mendapatkan pendidikan sebagaimana hak mereka,” tandas Mgr. Yan.

Peletakan Batu Pertama Pj Walikota Jayapura (Dr. Frans Pekey)

Pada momentum HUT YPPK Ke-49 ini, Mgr. Yan mengajak semua pihak pemerhati pendidikan Katolik dan keluarga besar YPPK untuk bersyukur karena Tuhan terus menyertai penyelenggaraan Pendidikan dan Persekolahan Katolik di setiap level: TK, SD, SMP, SMA. SMK yang belum ada.

“Untuk SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) saya secara pribadi sudah mendorong pengurus YPPK agar menyiapkan adanya SMK. Ini SMK pertama dalam keuskupan Jayapura di Lembah Baliem,” tegas Uskup Keuskupan Jayapura itu.

Selain SMK, Mgr. Yan juga berharap agar nantinya akan dibuka SD dan SMP di Koya. “Kami masih mendorong lagi supaya ada SD dan SMP di Koya, karena di sana ada umat Katolik banyak,” tandasnya.

Acara peringatan HUT YPPK Ke-49 Tahun 2023, pada Selasa 22 Agustus 2023, itu diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung Kantor SMA Taruna Bakti Waena, dilanjutkan dengan Misa Syukur di Gereja Paroki Kristus Terang Dunia Waena dan resepsi bersama di Aula Paroki, yang dihadiri oleh seluruh keluarga besar YPPK dari berbagai sekolah di wilayah Kota/Kabupaten Jayapura. (DN)

Pos terkait