Seminar Kebangsaan: Kolaborasi antara KNPI PBD Bersama Forum Lintas Suku OAP Papua Raya.

Melanesiatimes.com – Kolaborasi antara KNPI PBD Bersama dengan Forum Lintas Suku OAP Papua Raya dalam rangka Seminar Kebangsaan. Sorong, (14/08/2023).

Sekretaris Forum Lintas Suku Orang Asli Papua (OAP) Papua Raya Hengky Korwa menyampaikan “dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah konflik di masyarakat, maka perlu adanya pemahaman terkait Kebangsaan melalui seminar yang akan kami gelar bersama KNPI Papua Barat Daya, direncanakan pada bulan Oktober mendatang”. Paparnya.

Rapat yang dilaksanakan dikantor KNPI Papua Barat Daya, dihadiri oleh tokoh pemuda, tokoh Adat, dan tokoh masyarakat berjalan dengan baik serta menghasilkan sebuah struktur kepanitiaan yang di Ketuai Oleh George Japsenang.

Bacaan Lainnya

George Japsenang selaku ketua panitia juga menjelaskan ” kami melihat bahwa KNPI ini adalah suatu lembaga yang memiliki pikiran yang baik, pikiran yang cerdas, inovasi dan kreatifitas dalam rangka membina kepemudaan sehingga kami berpikir untuk berkolaborasi dengan KNPI.

Goerge Japsenang (Ketua Panitia)

Lanjutnya peran tokoh masyarakat dan pemuda ini sangatlah penting dalam meredam konflik dan menjaga stabilitas keamanan menjelang pemilu, karena selama ini pandangan terhadap Pemuda sedikit negatif, maka kami ingin merubah pikiran itu yang justru memberikan kontribusi kepada pemerintah, Jadi kami ingin memberikan gagasan, ide dan rekomendasi rekomendasi kepada pemerintah, bagaimana agar menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Papua Barat Daya ini”.ungkapnya.

George berharap kegiatan Seminar Kebangsaan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, “juga bagian dari menyambut momentun Hari Pemuda di bulan Oktober nanti”. Tegasnya.

Karateker KNPI PBD Jois Kambu menandaskan bahwa “kegiatan Seminar Kebangsaan ini kami akan datangkan Narasumber Nasional yaitu, Bawaslu RI, KPU RI dan Menteri dalam Negeri, dan kami akan mengundang semua elemen Masyarakat, termasuk Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemahasiswaan atau cipayung agar dapat hadir dalam seminar tersebut”. Tutupnya. (RIL)