Sejarah Singkat OPM dan Tokoh – Tokoh Utamanya

Sejarah Singkat OPM dan Tokoh – Tokoh Utamanya
Foto : Anggota OPM (pinterpolitik.com)

Melanesiatimes.com –  Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah kelompok separatis yang beroperasi di Provinsi Papua dan Papua Barat di Indonesia. OPM didirikan pada 1 Desember 1963 dengan tujuan memperjuangkan kemerdekaan Papua dari pemerintahan Indonesia.

Pada awalnya, gerakan Papua Merdeka dipimpin oleh Nicolaas Jouwe dan Markus Kaisiepo, yang mendukung Papua menjadi negara merdeka. Namun, pada tahun 1965, Organisasi Papua Merdeka mengalami perpecahan internal dan kelompok yang lebih radikal, yang dipimpin oleh Seth Rumkorem, memisahkan diri dan melanjutkan perjuangan bersenjata melawan pemerintah Indonesia.

Pada tahun 1969, berdasarkan “Act of Free Choice” yang diselenggarakan oleh PBB, Papua dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia. Namun, OPM menolak hasil tersebut dan melanjutkan perjuangan bersenjata untuk mencapai kemerdekaan Papua. Mereka melakukan serangan terhadap pasukan keamanan Indonesia dan sering terlibat dalam konflik bersenjata dengan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Sejak awal tahun 2000-an, OPM telah mengalami perpecahan dan munculnya kelompok-kelompok separatis baru yang lebih kecil. Selain itu, ada juga kelompok-kelompok yang berjuang untuk otonomi lebih besar bagi Papua, seperti Gerakan Papua Barat Merdeka (OPM-WPB) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Pemerintah Indonesia telah berusaha untuk menindak kelompok OPM dan kelompok separatis lainnya di Papua. Mereka telah mengirimkan pasukan keamanan untuk menjaga keamanan dan stabilitas di daerah tersebut. Namun, konflik dan ketegangan antara kelompok separatisme dan pemerintah Indonesia terus berlanjut.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah melibatkan beberapa pemimpin sepanjang sejarahnya. Berikut ini adalah beberapa tokoh yang pernah memimpin atau terlibat dalam OPM:

  1. Nicolaas Jouwe: Ia adalah salah satu pendiri OPM pada tahun 1963. Pada awalnya, Jouwe mendukung Papua menjadi negara merdeka, tetapi kemudian ia meninggalkan gerakan tersebut dan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Ia menghabiskan sisa hidupnya di Belanda setelah perpisahannya dengan OPM.
  2. Markus Kaisiepo: Kaisiepo juga merupakan salah satu pendiri OPM dan aktif dalam perjuangan kemerdekaan Papua. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Republik Maluku Selatan dan kemudian sebagai Presiden Dewan Papua Merdeka.
  3. Seth Rumkorem: Ia memisahkan diri dari OPM pada tahun 1965 dan membentuk faksi yang lebih radikal yang melanjutkan perjuangan bersenjata melawan pemerintah Indonesia. Rumkorem memimpin gerakan tersebut selama beberapa waktu dan terlibat dalam konflik bersenjata dengan pemerintah.
  4. Kelly Kwalik: Ia adalah salah satu pemimpin OPM yang terkenal pada tahun 2000-an. Kwalik merupakan komandan di wilayah Puncak Jaya, Papua, dan memimpin gerakan separatis di daerah tersebut. Ia tewas pada tahun 2009 dalam sebuah operasi militer Indonesia.
  5. Benny Wenda: Wenda adalah tokoh Papua yang berperan dalam perjuangan politik untuk Papua Barat. Meskipun bukan pemimpin langsung OPM, Wenda adalah aktivis politik yang menyerukan kemerdekaan Papua dan mempromosikan isu Papua di tingkat internasional. Ia juga menjadi pemimpin Gerakan Internasional untuk Papua Merdeka (IPWP).

Penting untuk dicatat bahwa penjelasan ini berdasarkan pada informasi yang tersedia hingga September 2021. Situasi dan perkembangan terkini terkait Organisasi Papua Merdeka mungkin telah berubah setelah tanggal tersebut. Selain itu, mungkin OPM telah mengalami perpecahan dan munculnya kelompok-kelompok separatis baru yang lebih kecil, dan pemimpin yang terlibat dapat berubah seiring berjalannya waktu.