Mengenal sosok Ali Malaka ALI, Pahlawan Korban 40.000 Jiwa di Sulawesi Selatan

Penulisnya : Drs. Moh Zain Amahoru, Raja Negeri Iha

Bacaan Lainnya

Melanesiatimes.com – Ali Malaka, nama lengkapnya Muhammad Ali Malaka Amahoru lahir di negeri Iha, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Ayahnya bernama Yusuf Amahoru, Ibu Bernama Salbiyah Taribuka. Garis keturunan dari ayahnya bersambung sampai dengan Abdullah Amahoru Raja Negeri Iha, Afdeeling Saparua 10 Februari 1844 sampai dengan 28 Oktober 1894. Adapun garis keturunan dari ibu bersambung sampai dengan Abdulrab Taribuka, tuan tanah negeri Iha Saparua.

Semasa kecil Ali Malaka di bawah pamannya bernama Abdullah Amahoru merantau ke kota Makassar. Pamannya di Makassar bekerja sebagai pegawai bank pemerintah penjajahan Belanda (APACHE BANK) sekarang bank 46 Makassar. Semula tinggal dijalan Somba Opu Kampung Maluku Makassar kemudian tahun 1936 pindah di kampung Pisang (Jln Gunung Merapi Lorong 86 Nomor 10 Makassar) yang merupakan salah satu rumah singgah kaum pergerakan bila ke Makassar yaitu H. Agus Salim, H.O.S Tjokro Aminoto dan A.M. Sangadji dari partai syarikat Islam.

Setelah dewasa Ali Malaka turut berjuang bersama pemuda-pemuda revolusioner dan beliau salah seorang pimpinan pemuda revolusioner dari Makassar. Disebutkan Ali Malaka tidak memakai nama lengkap jika dipakai ketika itu niscaya keluarga Amahoru di Makassar terancam keselamatannya oleh WESTERLING, Kapten Nica Algojo Belanda ketika itu dan ada benarnya berdasarkan fakta sejarah, terjadi korban 40.000 jiwa di Sulawesi Selatan. Yang dicari Ali Malaka, La’latan 14 November 1946 pukul 4 subuh, menjadi saksi bisu sejarah masa lalu.

Setelah beberapa lama berjuang Ali Malaka tertangkap Belanda. Sumber keluarga menyebutkan, ketika itu Ali Malaka da kawan-kawan hendak ke Surabaya menemui Bung Tomo, tetapi sebelum sampai ke pantai Losari di perahu yang akan mereka tumpangi, rupanya keberangkatan mereka sudah tercium mata-mata Belanda dan persis di lorong Kampung Baru Ali Malaka tertembak luka di paha, akhirnya ditangkap Belanda dan kemudian Ali Malaka di eksekusi oleh WESTERLING di Desa Tinggimae Sungguhminasa.

Ali Malaka dimakamkan di taman Pahlawan Makassar dan untuk mengenang jasanya salah sebuah jalan di kota Makassar diabadikan namanya “Jalan Ali Malaka”

Pos terkait