Habib Syakur : Ganjar Pilihan Terbaik Capres PDIP, Segera Sowan ke Jawa Timur

PDI Perjuangan Tugaskan Ganjar Sebagai Calon Presiden 2024
Foto : Ganjar Pranowo (Capres PDI Perjuangan)

Melanesiatimes.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid memberikan respons positif atas rencana penunjukan Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden dari PDI Perjuangan.

Menurutnya, Ganjar adalah opsi terbaik sebagai calon presiden yang diusung oleh partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Ganjar adalah pilihan terbaik. Pilihan Bu Mega sudah sangat tepat melihat dinamika sosial politik saat ini,” kata Habib Syakur kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/4).

Bacaan Lainnya

Apalagi jika memandang elektabilitas Ganjar di berbagai lembaga survei, dimana sosok Gubernur Jawa Tengah itu selalu menempati urutan 3 (tiga) besar selain Prabowo Subianto dan Anies Rasyid Baswedan.

“Hampir semua lembaga survei mengukur elektabilitas Ganjar berada di posisi yang sangat baik,” ujarnya.

Ditambah lagi, kode politik yang pernah dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo di acara reuni relawan pada hari Sabtu, 26 November 2022 juga menjadi jawaban Capres PDIP saat ini.

“Pak Jokowi dari PDIP, waktu reuni relawan di GBK juga beliau kasih kode capres itu yang rambutnya putih sebagai simbol sering mikirin rakyat. Jadi mungkin ini jawaban dari semua kode itu,” tandasnya.

Atas pilihan PDIP yang akan mengusung Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden 2024, Habib Syakur memberikan dua harapan dan saran. Pertama, ia harap Ganjar segera berkunjung ke Jawa Timur untuk lebih menguatkan lumbung suara.

“Setelah ditetapkan sebagai Capres, sebaiknya Ganjar sowan ke Jawa Timur, ziarah, silaturrahmi, untuk semakin menguatkan basis suara,” tuturnya.

Kedua, ulama asal Malang Raya itu pun berharap agar Ganjar tetap berkomitmen untuk memastikan ketidaksepakatannya dengan kelompok islam konservatif yang bersikeras mendirikan negara khilafah di Indonesia.

“Perjuangan saya menolak Khilafah, saya kira Pak Ganjar masih berkomitmen untuk memastikan Indonesia bebas dari rongrongan pengasong khilafah dan mengganggu eksistensi Pancasila dan NKRI,” pungkasnya.