Polda Banten Diminta Serius Kawal Kasus Penyerobotan Tanah

Melanesiatimes.com – Dugaan praktek penyerobotan dan mafia tanah yang melibatkan oknum perangkat desa masih marak di berbagai daerah. Seperti yang terjadi di Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.

Bacaan Lainnya

Hal ini berdasarkan laporan korban yang mengaku tanahnya diserobot kepada Polda Banten. Korban bernama Johariah melaporkan penyerobotan tanah dengan laporan polisi bernomor LP/B/75/III/2023/SPKT II Disreskrimum/Polda Banten tertanggal 27 Maret 2023.

Bukti Laporan

“Saya melaporkan dugaan penyerobotan tanah milik keluarga saya yang dijual oleh oknum yang saya duga bekerja sama dengan perangkat desa dan kecamatan Oktober 2022,” kata Johariah kepada wartawan.

Diduga, terlapor bernama Ella Tulaelah telah menjual tanah kelurganya atas nama AlKasan di Kampung Batung, Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, kepada sebuah perusahaan.

“Luasnya 3.671 meter dijual Rp 370 juta kepada perusahaan PT. Cibadak Parm. Tanpa sepengetahuan saya pihak keluarga. Saya punya bukti sah bahwa itu tanah milik orangtua kami,”ujarnya.

Korban telah melaporkan Penyerobotan tanah ini ke Polda Banten. Laporan telah diterima Kepala SPKT Polda Banten AKBP Sopian Girsang pada 27 Maret 2023.

“Laporan telah diterima untuk dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tulis SPKT Polda Banten.