Inilah Sikap AM. Sangadji saat Menolak Permintaan Ayahnya

AM. Sangadji : Salah Satu Tokoh Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia

Melanesiatimes.com – Sebagai generasi bangsa jangan sampai tidak mengerti dan tidak mengetahui tentang sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Bacaan Lainnya

“Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Jasmerah) adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.”

Namun sayangnya, masih banyak generasi bangsa lupa akan perjuangan JAGO TUA salah satu tokoh PERINTIS KEMERDEKAAN, sebab harus di akui bahwasanya, ttak banyak pemuda dari Indonesia bagian timur yang aktif berperan sejak masa pergerakan nasional hingga kemerdekaan. Namun bukan berarti minim jasa.

Pemuda dari Indonesia timur dalam pergerakan seringkali menjadi simbol atau representasi bahwa tidak hanya Jawa atau Sumatera yang ingin merdeka. Mereka menjadi spesial, tapi kerap terlupakan.

Salah satunya Abdul Muthalib Sangadji asal Maluku. AM. Sangadji memiliki mengisi posisi penting dalam Sarekat Islam yang termasyhur, hingga terlibat dalam BPUPKI selaku peletak dasar Republik Indonesia.

Sebagai TOKOH PERINTIS KEMERDEKAAN yang paling senior asal Maluku, dengan catatan sejarah perjuangan di kancah politik dan gerakan-gerakan mendukung kemerdekaan, nama A.M. Sangadji telah diabadikan sebagai nama jalan di berbagai provinsi.

Pada masanya TOKOH PERINTIS KEMERDEKAAN satu ini, dengan tegas menolak tawaran ayahnya, ketika diminta oleh ayahnya untuk segera pulang kampung agar dinobatkan menjadi Raja di negerinya, namun, sayangnya, permintaan sang ayah di tolak mentah – mentah, lalu dengan gagah berani, tegas dan langtang , AM. SANGADJI mengatakan kepada sang ayah bahwasanya, “LEBIH BAIK SAYA BERJUANG UNTUK INDONESIA MERDEKA DARIPADA MENJADI RAJA.” Setelah menolak tawaran sang ayah, AM. Sangadji akhirnya membuktikan nya dengan berkeliling Nusantara untuk berjuang melawan penjajah.

Untuk diketahui, TOKOH PERINTIS KEMERDEKAAN satu ini, sangat piawai dalam berpidato dan negara telah mengakui pengorbanannya secara de facto AM. Sangadji (JAGO TUA)  adalah pahlawan nasional, sedangkan secara de jure masih dalam proses di Kementerian Sosial Republik Indonesia. Mohon doa dan dukungan nya, semoga Tahun 2023 AM. SANGADJI SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL. (Dum).