COVID-19 Adalah ‘Kemunduran Terbesar’

Image : Poverty Life

Melanesiatimes.com – Tampaknya dunia tidak bisa memenuhi target untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem pada 2030, menurut laporan dari Bank Dunia. Para ahli mengatakan COVID-19 menghancurkan kemajuan yang sudah dicapai bertahun-tahun.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan bahwa untuk menghindari memburuknya situasi, negara-negara perlu terlibat dalam lebih banyak kerja sama, mengakhiri subsidi yang luas, dan fokus pada pertumbuhan jangka panjang daripada keuntungan jangka pendek.

Baca juga : Kapolri Minta HIPMI Terus Kawal Seluruh Kebijakan Pertumbuhan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19

Bacaan Lainnya

Meskipun laporan itu mengutip pandemi virus corona sebagai “kemunduran terbesar” terhadap pengurangan kemiskinan global selama beberapa dekade, Bank Dunia juga mencatat bahwa kemajuan telah melambat secara signifikan dalam lima tahun sebelumnya — dengan kerugian pendapatan di negara-negara miskin dua kali lebih tinggi daripada di negara-negara kaya, yang semakin meningkatkan ketidaksetaraan keuangan global.

“Selama dekade berikutnya, berinvestasi dalam kesehatan dan pendidikan yang lebih baik akan sangat penting bagi negara berkembang,” kata Kepala Ekonom Bank Dunia Indermit Gill.

Baca juga : Hadapi Lonjakan Covid-19, Inilah Himbauan Kapolri

Laporan itu menyerukan kepada negara-negara kaya untuk meningkatkan pendapatan dengan meningkatkan pajak properti dan karbon, sehingga memungkinkan mereka untuk mengisi kembali pundi-pundi negara tanpa membebani orang miskin lebih lanjut.

Secara keseluruhan, kemiskinan global turun dari 38% pada tahun 1990, ketika Bank Dunia mulai memantaunya turun menjadi 8,4% pada tahun 2019. Bagaimanapun, pandemi memicu peningkatan kemiskinan ekstrem pertama dalam lebih dari 20 tahun.

Baca juga : Kapolri Diminta, Perintahkan Anak Buahnya Tangkap Pelaku Pembacokan Security Cilandak Stefanus Benny

Laporan yang dirilis hari Rabu (05/10) menyimpulkan bahwa tujuan untuk memberantas kemiskinan ekstrem pada tahun 2030 masih di luar jangkauan.