Lantik Mahasiswa Pulau Gebe Jabodetabek, Sekjend PB FORMMALUT; “Ada Harapan Baru”

Melanesiatimes.com – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB FORMMALUT) Jabodetabek telah resmi melantik pengurus Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pulau Gebe HPMPG Jabodetabek Periode 2022-2024. Sabtu, (19/2022).

Pelantikan tersebut dilaksanakan di D’Hotel Jakarta Selatan. Berikut pesan dan harapan Sekjend PB FORMMALUT Jabodetabek, tepat pada hari ini, kita semua telah menyaksikan bersama pelantikan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pulau Gebe (HPMPG) Jabodetabek Periode 2022-2024.

Pada kesempatan itu, pembentukan wadah di ibu kota negara seperti mahasiswa pulau gebe jabodetabek, sangat strategis untuk menjawab tantangan sosial di pulau gebe, kita tau bahwa secara geografis pulau gebe 80%-Nya telah di kuasai perusahaan Asing, dan implementasi perusahaan dalam menangani kesenjangan masih sangat jauh dari harapan masyarakat Gebe.

Bacaan Lainnya

“Sejauh ini kita telah menerapkan Ekonomi Ekstraktif, justru melahirkan kesenjangan di tengah masyarakat, dengan adanya wadah ini secara tidak langsung kita melakukan ekonomi tandingan inklusif yang nantinya menghantarkan Generasi Pulau Gebe ke Tahap Lebih baik”

Berbagai pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, listrik dan air bersih terbengkalai dan berbagai infrastruktur yang telah dibangun menjadi hancur total. Pemerintah daerah maupun negara tidak lagi mampu menyediakan layanan kesehatan selama 24 jam, pendidikan gratis, menyediakan dokter dan guru serta menciptakan lapangan pekerjaan pasca berakhirnya proses penambangan bagi masyarakat Pulau Gebe seperti yang pernah dilakukan oleh PT. Antam, Tbk (persero).

Karena itu, berangkat dari berbagai hal ini. Kegagalan negara dalam menyediakan pelayanan publik kepada masyarakat Pulau Gebe, tidak terlepas dari proses sub-ordinasi yang terjadi saat proses penambangan sedang berlangsung. Ketidakmampuan negara dalam memberikan pelayanan publik merupakan sebuah gambaran konkret tentang dampak dari proses sub-ordinasi peran negara yang mengakibatkan rendahnya kapasitas dan kapabilitas pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Pulau Gebe.

Masih banyak tingkat kesenjangan yang harus di hadapi, Keterbelakangan Masyarakat dalam menikmati kemajuan teknologi dibatasi dengan tidak meratanya pembangunan Tower Jaringan salah satunya di titik-titik tertentu, padahal kita tau perputaran ekonomi disana sangat baik, dan ketergantungan masyarakat hanya pada perusahaan.

“Dalam sambutanya, Sekjend PB FORMMALUT, Almuhasyir A. Idrus atau lebih dikenal dengan sebutan Arsil Made-Lessy, mengajak teman2 (HPMPG) Jabodetabek untuk berkolaborasi dengan PB FORMMALUT Jabodetabek lewat program serta mengajak berjuang bersama untuk keadilan pembangunan dan Hak-Hak yg wajib di terima masyarakat Gebe, karena Aset terakhir masyarakat pulau Gebe adalah mencerdaskan geberasi mereka”.

Kedepan (HPMPG) ini akan menjadi harapan masyarakat Pulau Gebe dengan keberadaan mereka di Jabodetabek yang secara pembangunan, Ekonomi dan Teknologi sangat berkembang pesat, ini akan menjadi nilai perbandingan untuk menerapkan Pulau Gebe Menjadi pulau Smart City.

Temukan kami di Google News