Mahasiswa Maluku Utara Kembali Geruduk Kantor PT. Geo Dipa Energi

Melanesiatimes.com – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Maluku Utara (ALAMMAT) kembali menggelar aksi unjuk rasa yang ketiga kalinya di depan Kantor Pusat PT. Geo Dipa Energi, Jln. Warung Buncit Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin. (26/10/2022).

Bacaan Lainnya

Koordinator Lapangan, Sahrir Pabos kembali mengatakan tentang bahayanya pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), Adapun dampak negatif PLTPB rentan terjadi kerusakan ekosistem akibat pembukaan lahan, resiko lainnya gempa kecil, pencemaran air, tanah ambles, longsor, limbah bahan berbahaya dan beracun. Kecenderungan risikonya juga muncul rekahan di batuan bawah tanah, Risiko paling buruk munculnya semburan lumpur panas.

“Konstruksi dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas ini memiliki potensi menjadi pemicu permukaan bumi menjadi tidak stabil dan gempa bumi, karena konstruksi PLTPB kovensional melibatkan pengeboran batu yang mengandung air dan uap yang terperangkap didalam pori-pori bumi dan pematahan secara alami,” Tegas Sahrir.

Sahrir kembali menegaskan bahwa kami datang ketiga kalinya di depan PT. Geo Dipa Energi merupakan sebagai perpanjangan aspirasi masyarakat yang tengah kecewa dan terpuruk dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang dinilai tidak prorakyat.

Massa aksi kemudian melakukan orasi dan pembakaran ban bekas di depan kantor PT. Geo Dipa Energi dan menyampaikan empat tuntutannya, tak berselang lama kemudian, perwakilan dari PT. Geo Dipa Energi menemui massa aksi dan berusaha mengajak agar melakukan audiensi di dalam gedung.

Dalam audiensi ini, Idham Purnama Sebagai General Manager yg mewakili Pihak PT Geo Dipa Energi mengatakan mereka hanya melakukan survei terhadap panas bumi di empat desa di halbar malut sebagaimana permintaan pemerintah, sifatnya hanya membantu. Dalam audience nya pihak geodipa menyatakan tidak akan terlibat lagi dalam tender di halbar.

“Kami berharap ini pernyataan bukan sekedar disampaikan, melainkan sekaligus menjadi penutup bahwa PT. Geo dipa energi tidak akan beroperasi di halbar dan juga kami akan tetap mengawal proses ini sampai pada putusan yang final,” tutup Sahrir

Pos terkait