Banjir dan Gelombang Pasang di Kabupaten Sarmi, Papua

Melanesiatimes.com – Ratusan rumah terendam akibat banjir dan gelombang pasang yang melanda permukiman warga di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, banjir dan gelombang tinggi menggenangi fasilitas umum dan rumah warga di Distrik Sarmi Kota, Distrik Sarmi Selatan dan Juga Distrik Pantai Barat.

Bacaan Lainnya

Plt. BPBD Kabupaten Sarmi, Luis D Palage, menjelaskan terkait musibah tersebut, ia (Luis) membenarkan adanya kerusakan rumah warga dan beberapa fasilitas umum serta kerugian materil yang di alami oleh pedagang setempat di sebabkan oleh meluapnya air kali dan gelombang pasang yang tersebar di Kabupaten Sarmi.

Sejumlah fasilitas umum terendam, rumah tergenang air dan kebun warga hancur akibat meluapnya Kali dan gelombang pasang di Kabupaten Sarmi. Insiden banjir dan gelombang pasang terjadi di tiga distrik, yaitu Sarmi Kota dan Sarmi Selatan dan Pantai Barat, wilayah terparah di Kelurahan Mararena, Distrik Sarmi Kota, Ujar Luis D Palage, kepad wartawan, Senin (10/01/2022). Lalu.

Banjir mengakibatkan aktivitas warga terganggu, beberapa warga Distrik Sarmi Selatan secara bergotong royong membersikan rumah akibat dimasuki lumpur. Kami sementara menyalurkan kebutuhan dasar untuk masyarakat yang tertimpa bencana. Kami berharap pemerintah pusat dan provinsi terlibat. Katanya

Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut namun dilaporkan rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan dan sampai saat ini sedang di kumpulkan datanya, kami masih menunggu laporan tertulis dari daerah yang mengalami musibah gelombang pasang dan banjir Rob.

Sampai saat ini, “petugas BPBD Sarmi dan instansi terkait sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat bencana. Untuk sementara pengungsi berada di tempat sanak keluarga dan posko penanggulangan banjir.”

Selain Plt. BPBD Kabupaten Sarmi, kepala Bidang Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo mengakui, wilayah perairan Utara dan Selatan Papua mengalami peningkatan ketinggian gelombang yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Ungkapnya kepada media.

Lebih lanjut, ia (Heri) menjelaskan bahwa, musibah musibah tersebut disebabkan adanya percepatan angin secara konsisten akibat masa transisi dari angin wilayah timur ke angin wilayah barat. Sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan ketinggian gelombang serta dinamika pesisir berupa banjir pesisir atau Rob. Jelas Heri

Untuk diketahui, Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Provinsi Papua juga melaporkan sejumlah wilayah di pantai utara dan selatan mengalami gelombang laut yang di perkirakan mencapai 2,5 hingga 6 meter.

Gelombang pasang menyebabkan banjir rob di daerah pesisir pantai yang rendah. Sehingga menyebabkan adanya kerusakan rumah warga dan fasilitas umum lainnya karena terendam air. BPBD Provinsi Papua, juga menghimbau masyarakat agar berhati, terutama yang tinggal di pesisirpantai. “Kita minta masyarakat yang tinggal di pesisir pantai untuk selalu waspada untuk keselamatan.”