Inilah Dua Tradisi Unik di Papua Saat Idul Fitri

Melanesiatimes.com – Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 1438 H tinggal menghitung hari. Lalu kapan 1 Syawal 1443 H atau Hari Raya Idul Fitri? Kementerian Agama memberikan kabar baru terkait tanggal Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1443 H.

Bacaan Lainnya

Kementerian Agama memang belum resmi menetapkan tanggal Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1443 H. Sedangkan ormas keagamaan Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1443 H pada 2 Mei 2022.

Kembali ke ritual saat lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, sebab kali ini tidak bahas soal kapan lebaran, tetapi, kita bahas tradisi menyambut lebaran, sebab seluruh umat Muslim di seluruh dunia, terutama di Indonesia, terus bersiap diri menyambut hari nan fitri.

Keragaman budaya di Nusantara turut memberikan warna berbeda hingga memunculkan tradisi yang tak boleh dilewati tiap Hari Raya tiba. Di Papua, misalnya umat muslim di sana ternyata punya tradisi yang dipertahankan secara turun temurun. “Kalau Pawai Takbir Menjelang Hari Raya itu hal yang biasa di hampir semua daerah di Indonesia.”

Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan di Indonesia memiliki banyak perbedaan di setiap daerah. Tradisi lebaran di Papua memang cukup unik dibandingkan dengan wilayah Indonesia yang lain.

Berikut inilah dua tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Muslim Papua saat merayakan hari lebaran:

  1. Tradisi Hadrat di Kaimana
    Dalam merayakan hari kemenangan yang telah ditunggu selama 1 bulan ini, masyarakat Muslim Papua menggelar sebuah acara yakni tradisi Hadrat. Tradisi ini dilakukan dengan keliling kota yang dikuti oleh semua orang sehingga suasananya sangat meriah dan semarak. Banyak sekali masyarakat yang turun untuk bergabung baik itu anak muda ataupun orang tua. Pada tradisi yang sangat meriah ini dengan berkeliling dan menari diiringi oleh lantunan sholawat hingga musik hadrah yang dilakukan pada hari kedua saat perayaan Idul Fitri.
  2. Tradisi Bakar Batu

Seperti Tradisi yang sering dilakukan beberapa umat Islam khususnya yang berasal dari pegunungan Papua. Yaitu Tradisi Bakar Batu merupakan kegiatan memasak secara tradisional yang dilakukan suku-suku asli Papua yang berasal dari masyarakat wilayah pegunungan.

Ritual bakar batu biasanya menggunakan hewan ternak berupa babi yang sudah pada umumnya dilakukan oleh masyarakat Papua. Demi menjaga tradisi atau ritual tersebut, Umat Muslim Papua tetap melakukan proses bakar batu. Namun mereka memodifikasinya yakni hewan ternak berupa babi tersebut diganti dengan Ayam atau hewan lainnya yang menurut agama Islam itu halal.

Untuk diketahui, tradisi ini tidak hanya ada tradisi untuk lebaran, untuk penyambutan pada bulan Ramadhan mereka juga bakar batu. Tradisi yang satu ini dilakukan secara turun temurun dan masih ada sampai sekarang ini berkembang di masyrakat pegunungan Papua.

Pos terkait