Komisaris Tinggi HAM PBB Tidak Memiliki Agenda ke Papua

Melanesiatimes.com – Komisaris Tinggi HAM PBB diusikan mengunjungi Papua Tahun 2022 adalah berita Hoax yang menyesatkan rakyat Papua. Hal ini terungkap dalam siaran pers kementrian Luar Negeri melalui pernyataan diplomat Indonesia bahwa Michelle Bachelet tidak memiliki agenda ke Papua.

Menanggapi Isu Hoax tersebut disesalkan oleh Tokoh Muda Papua, Fredy mengatakan LSM Asing yang diduga berafiliasi dengan kelompok TPN OPM dengan isu pelanggan HAM adalah upaya memprovokasi masyarakat Papua sekaligus Papua dikapitalisasi untuk mencari simpati publik di panggung internasional khususnya di forum PBB. 

Freddy juga menyerukan kepada masyarakat Papua jangan percaya dengan isu Hoax terkait dengan kunjungan Komisioner Tinggi HAM PBB di Papua, mereka hanya memanfaatkan Papua di dunia internasional untuk kepentingan ekonomi dan politik. Tandasnya

Bacaan Lainnya

Hal senada juga disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di Jenewa, Swiss bahwa Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet tidak memiliki agenda kunjungan ke Papua, pihaknya juga menyampaikan informasi akurat tentang Papua kepada komisioner Tinggi HAM PBB melalui Diplomat Indonesia untuk PBB

Fredy juga mengatakan Negara Indonesia telah melindungi rakyat Papua melalui penindakan Hukum untuk menciptakan keamanan dan perlindungan terhadap rakyat sipil dari ancaman pelaku teror dan pembunuhan di Papua oleh kelompok separatis atau TPN OPM

Masyarakat Papua saat ini mengalami duka yang mendalam terkait peristiwa Hukum pelanggaran HAM berat oleh kelompok separatis Teroris Papua atau yang dikenal TPN OPM yang mengorbankan 8 Orang rakyat sipil termasuk salah satunya anak kepala suku asli orang Papua (OAP). Fredy juga mengecam kelompok separatis yang melakukan pembunuhan terhadap masyarakat sipil di tanah Papua serta mendesak pihak keamanan untuk menindak tegas para pelaku. Tegasnya

Kecaman dari Tokoh Papua,Abelom Kogoya di depan seluruh masyarakat Ilaga usai pemakaman jenazah Beby Tabuni.

Beby Tabuni menjadi salah satu korban penembakan KKB di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Total ada 8 orang karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) yang tewas dalam penyerangan yang terjadi Rabu (2/3) lalu.

Abelom Kogoya selaku Kepala Suku meminta semua masyarakat tak menerima kedatangan KKB ke daerahnya. Dia menilai KKB sudah bukan bagian dari saudara dan masyarakat Kabupaten Puncak.