Sultan Minta Umat Islam Berhenti Diskreditkan Menteri Agama

Melanesiatimes.com – Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin meminta Umat Islam Indonesia untuk menghargai Surat Edaran menteri Agama terkait pengaturan volume pengeras suara dan memaafkan pernyataan Mantan Ketua GP Ansor tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Sultan setelah melihat reaksi Publik khususnya Umat Islam yang terkesan berlebihan menyikapi aturan dan penjelasan Menag yang kemudian menimbulkan kegaduhan dan gelombang unjuk rasa oleh beberapa kelompok umat Islam.

“Sebagai manusia biasa kita semua memiliki potensi untuk salah, baik dalam tindakan dan ucapan. Tidak baik kita berlebihan mengadili sikap Beliau dalam mengatur keberagaman bangsa yang kompleks ini”. Ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Selasa (01/03).

Untuk diketahui, sebelumnya ratusan massa yang tergabung dalam Forum Betawi Rempug (FBR) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Pusat, Jumat (25/2). Mereka mendesak Presiden Jokowi mencopot Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Aksi dan desakan mundur ini buntut pernyataan Yaqut yang menyamakan suara azan dengan suara gonggongan anjing. Akibat aksi ini, arus lalu lintas di jalan depan Kantor Kemenag tersendat, petugas kepolisian tampak mengatur kendaraan yang lewat.

Ratusan massa yang menyatakan diri Aliansi Rakyat dan Aktivis Sukabumi Raya (Arasy) menggelar demonstrasi di Masjid Agung Kota Sukabumi, Selasa (1/3/2022).

Mereka menuntut pencopotan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas imbas Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan tentang pengaturan penggunaan pengeras suara masjid dan musala sekaligus dinilai membandingkan aturan tersebut dengan gonggongan anjing. Dan banyak lagi aksi serupa baik di Pulau Jawa maupun diluar Pulau Jawa.

Pos terkait