Setelah Dikukuhkan Menjadi Anggota Kehormatan, Ini Tiga Pesan Penting Gubernur Maluku Kepada Alumni HMI

Sambutan Murad Ismail (Gubernur Maluku) pada Acara Pelantikan Pengurus Majelis Wilayah KAHMI dan FORHATI Provinsi Maluku masa bakti 2021-2026.

Melanesiatimes.com – Gubernur Maluku (Murad Ismail) dikukuhkan menjadi Anggota Kehormatan KAHMI Maluku ditandai dengan penyerahan Piagam Anggota Kehormatan oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Riza Patria (Wakil Gubernur DKI Jakarta) pada acara Pelantikan PW KAHMI dan FORHATI Maluku masa bakti 2021-2026, serta pembukaan Rapat Kerja PW KAHMI Maluku masa Bakti 2021-2026.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur menyampaikan terima kasih kepada KAHMI atas piagam penghargaan yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih KAHMI, atas penghargaannya. Dan semua kegiatan lanjutan kita dukung, dari pada komitmen (Sinergitas) ini akan hilang. Berbicara tentang sinergitas, ada tiga domain yang jangan ditinggalkan. Yakni komunikasi, koordinasi dan kolaborasi. Dan ada tiga pilar yang jangan kita langkahi, yakni pintar tapi tidak menggurui, tajam tapi tidak melukai dan cepat tapi tidak mendahului,” Ujarnya

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku berharap semangat KAHMI dan FORHATI harus sejalan dengan tema raker yaitu “Penguatan Tatanan Budaya dan Ekonomi Masyarakat Maluku, sebagai Konstruksi Fundamental menghadapi Era Disrupsi”. Atas dasar itu, gubernur menyampaikan tiga pesan penting.

Pertama, sebagai wadah kaum intelektual, ia harap KAHMI dan FORHATI tidak berhenti mengembangkan SDM yang unggul dan berkualitas, terutama yang ia berkontribusi mengembangkan dunia maritim yang menjadi potensi terbesar di Maluku. Kedua, KAHMI dan FORHATI dapat mengambil peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja demi kemajuan Maluku.

Ketiga, KAHMI dan FORHATI turut memajukan nilai-nilai budaya dan mempromosikan kehidupan keagamaan yang moderat, saling mengasihi serta menghormati sehingga konflik dan kekerasan yang belakangan sering terjadi di masyarakat dapat dihindari.

“Pesan saya, kalau mau jadi orang hebat itu tidak susah. Ada empat syarat yang perlu kita pahami, yakni rendah hati, selalu merasa syukur, jauhkan diri dari hal-hal yang samar dan rezeki maghfirah hanya datang dari Allah SWT Tuhan yang Maha Esa,” dan untuk mengatasi empat syarat diatas, terang Gubernur, ada dua syarat lainnya yang dibutuhkan, yakni sabar dan memperbaiki ibadah (sholat bagi yang beragama Islam). Tuturnya

“Inilah hal yang selama hidup saya laksanakan. Kalau bercerita begini, selalu saya mengeluarkan air mata apalagi bila berbicara tentang orang tua.” Jelasnya