Soal Teknologi 4.0, Ketua DPD AMII Jakarta: Milenial Banyak Yang Gaptek

Melanesiatimes.com – Yayasan Putra Bangsa Jakarta (YPBJ) hari ini menyelenggarakan seminar nasional bertemakan Digitalisasi Perspektif Ekonomi, Sosial Budaya, Dan Informasi di Caffe Weef, Kebun Manggis Kec. Matraman, Jakarta Timur.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD AMII DKI Jakarta, Rangga Kurnia menuturkan, dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat dimana semua aktivitas manusia memerlukan internet dan teknologi digital 4.0.

Hal serupa juga menjadi tantangan utama bagi generasi muda. Menurutnya, generasi muda harus bisa mengetahui, menguasai dan mengelola kemajuan teknologi ini dengan baik, sehingga tidak hanyut dan menjadi korban dari sisi negatif kemajuan teknologi.

Bacaan Lainnya

“Kita sekarang ini sudah mencapai era revolusi 4.0, yang mana segala sesuatu memerlukan internet dan teknologi digital. Digitalisasi memang tidak lepas dari perkembangan peradaban manusia,” ujar Ketua DPD AMII DKI Jakarta, Rangga Kurnia, Rabu (22/12/2021)

“Tatangan utama generasi muda dalam perkembangan digital adalah untuk tidak hanyut dan menjadi korban dari sisi negatif kemajuan teknologi,” tambahnya

Rangga Kurnia dalam kesempatan itu menuturkan bahwa pemuda memiliki peranan penting sebagai subjek pembangunan dan menjadi agen perubahan untuk lingkungannya, melalui partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan.

“Pemuda yang menjadi generasi penerus bangsa dan menjadi agen perubahan sudah seharusnya menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan zaman yang sudah masuk pada era 4.0,” tutur Rangga

Pasalnya, dengan perkembangan globalisasi yang berkembang maju dan pesat seperti saat ini, memudahkan semua orang dalam banyak hal. Namun demikian juga tidak sedikit orang masih saja menyalagunakan perkembangan digital ke arah arah negatif.

“Persaingan global yang semakin canggih seharusnya menjadikan generasi muda lebih kreatif dalam mengimplemtasikan pengetahuanya. Sebagai jalan perubahan yang memajukan kualitas anak bangsa,” papar dia

Menurutnya, generasi melenial hari ini banyak yang masih terperangkap dengan informasi hoax yang melalambuana di berbagai platform media sosial. Yang mana sifatnya hanya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Banyak juga generasi melenial yang masih gagap teknologi (gaptek) dan terlalu kaku dengan perkembangan teknologi hingga tidak kreatif dalam memanfaatkan teknologi sebagai satu tolak ukur kemajuan pengetahuan,” ucap Rangga

“Padahal jika kita lihat perkembangan teknologi yang begitu pesat hari ini, seharusnya di manfaatkan dengan mudah oleh generasi melenial dalam bidang usaha agar lebih kreatif dalam manfaatkan perkembangan digitalisasi yang terus mengglobal,” sambungnya lagi

Diakhir keterangannya, ia berharap agar generasi milenial saat ini memanfaatkan kemajuan itu dengan baik. Dimana harusnya generasi milenial hari ini sudah lebih cerdas dan peka terhadap perkembangan zaman teknologi informasi dewasa ini, dimana generasi melenial menjadi manusia yang lebih pintar karena akses segala sesuatunya sudah sangat mudah.

“Kelemahannya adalah kurangnya kemauan untuk bisa tekun mengakses dan membaca. Padahal, semuanya sudah sangat terbuka dan mudah untuk diakses,” tutup Rangga Kurnia Septian