Menu

Mode Gelap
Aksi Depan KPK, Aliansi Pemuda Cinta Indonesia Dikepung Preman  Finlandia Tertarik dengan Kota Pintar di IKN Koordinator Nusa Ina Connection, Apresiasi Pernyataan Menteri Kordinator Bidang Polhukam Mahfud MD Presiden Jokowi Minta Perang Ukraina Segera Dihentikan Pemerintah Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng

Womankind WIB

Founder Puan Cilacap Angkat Bicara Soal Kekerasan Perempuan


 Rinda Rachmawati, Founder Puancilacap.id (Tangkapan Layar YouTube Ruang Bicara) Perbesar

Rinda Rachmawati, Founder Puancilacap.id (Tangkapan Layar YouTube Ruang Bicara)

Melanesiatimes.com – Belakangan publik kembali digatkan dengan sejumlah kasus pemerkosaan anak di bawah usia dan menyita perhatian publik. Publik pun sontak marah atas peristiwa tersebut tak terkecuali juga datang dari Aktivis Perempuan atau Founder Puancilacap.id, Rinda Rachmawati.

Rinda Rachmawati dalam bincang-bincangnya di studio sebagaimana yang ditayangkan oleh YouTube Ruang Bicara. Dalam tayangan tersebut, aktivis perempuan ini mengulas tentang Gerakan Advokasi Perempuan di Era Digital sekaligus ia (Rinda Rachmawati) menyoroti adanya kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan anak yang terjadi belakangan ini disejumlah daerah.

Selain itu ia juga menyoroti kasus yang terjadi di kabupaten Cilacap Jawa Tengah (Jateng). RInda menyatakan bahwa Kabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah dengan tingkat perceraian tertinggi kedua di pulau Jawa.

Aktivis Perempuan ini menyatakan, kekerasan seksual dan pemerkosaan yang marak terjadi belakangan ini di beberapa tempat termasuk di Cilacap harus disikapi dengan serius dan tegas. Hal itu menurutnya agar menjadi efek jera bagi siapapun dan tidak terjadi dikemudian hari.

“Sangat miris yaa. Marah jujur saja saya mendengarnya. Kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan yang terjadi harus ditindak dengan setegas-tegasnya sehingga menjadi efek jera bagi semua pihak agar menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum perempuan,” ujar Rinda Rachmawati di Studio Ruang Bicara, Senin (13/12/2021)

Sebelumnya, Rinda Rachmawati menjelaskan bahwa ia dan team nya (puancilacap.id) menerima banyak keluhan terkait kasus yang sama.

Terakhir ia menyatakan bahwa persoalan perceraian dan pemerkosaan anak yang terjadi belakangan ini, bukan karena faktor ekonomi semata, melainkan juga persoalan mindset atau pendidikan seksual dikalangan kaum perempuan dan anak muda. Maka ia bertekad lewat puancilacap.id mereka akan terus dan masif melakukan edukasi dikalangan perempuan hingga menyentuh instansi pendidikan umum maupun pesantren terutama di kabupaten Cilacap Jawa Tengah (Jateng) dan umumnya di Indonesia.

“Kami akan terus konsisten memberikan edukasi dan kampanye menyangkut pendidikan seksual dan advokasi kaum perempuan dan anak,” tutupnya

NONTON VIDEONYA :

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Iran Menyelenggarakan ‘Kongres Wanita Berpengaruh’ Dengan Tamu Tidak Berpengaruh

23 Januari 2023 - 10:35 WIB

Frekuensi Aktivitas Seksual Wanita Meningkat di Usia 50 – 65 Tahun

18 Januari 2023 - 01:27 WIB

Ke Ponpes Buntet, Puan Bicara Pentingnya Silaturahmi Kelompok Religius-Nasionalis

5 Juli 2022 - 13:02 WIB

Widad Diana : Pemanfaatan Teknologi Tidak Bisa Dihindari

1 Juli 2022 - 12:17 WIB

Pemerintah Bulgaria Luncurkan Program Cegah Kekerasa Terhadap Perempuan dan Anak

11 Maret 2022 - 01:57 WIB

Komunitas Perempuan Papua Jabodetabek Angkat Suara Terkait Pengelolaan Anggaran di Papua

5 November 2021 - 16:39 WIB

Trending di Womankind