Kemenaker Terima Tuntutan Aksi Hipma Halteng Jabodetabek

Melanesiatimes.com – Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Tengah Jabodetabek, mengelar aksi di depan gedung kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia yang beralamat di Jl. Gatot Subroto No.Kav 51, RT.5/RW.4, Kuningan Tim. Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Bacaan Lainnya

Massa menunut, Kementerian tenaga kerja harus menginisiasi Balai latihan kerja (BLK) untuk meningkatkan Keterampilan tenaga kerja lokal yang bekerja di Salah satu Proyek Strategis Nasional yaitu PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang sedang beroperasi di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Dalam orasinya, Gadri (Kordinator aksi) menyampaikan level pekerjaan tenaga kerja lokal yang masih berada di standar kasar pekerjaan dalam perusahan, sejak 2018 perusahan itu berdiri. Hal lainnya juga, mangacu ke izin mempekerjakan Tenang Asing yang bekerja sampai dengan masa waktu tiga tahun dan bersifat transfer keahlian antara TKA dan TKL.

“ minimnya monitoring Kementerian tenaga kerja dan Dinas Tenaga Kerja membuat tenaga kerja lokal harus menerima kenyataan sebagai tenaga kasar belaka. Kalau di lihat-lihat, etos kerja dari Tenaga kerja lokal begitu tinggi sisa saja dibuat pengayaaan untuk meningkatkan keterampilan kerjanya.makanya, harus ada Balai latihan khusus (BLK).” Ujarnya.

Tidak lama berorasi, Pihak kemenaker meminta perkawinan masa aksi untuk audience dengan direktur lembaga pelatihan Kemenaker. Dalam audience tersebut, Direktur lembaga Pelatihan Kemenaker RI memaparkan bahwa Balai Latihan Khusus (BLK) hanya berlaku untuk satu Unit di Provinsi.

“ Balai latihan khusus yang ada di Kota Ternate adalah punya Kemenaker, secara otomatis Maluku utara sudah ada BLK, hanya saja Pemerintah daerah ( halteng) boleh membuka workshop jarak jauh yang di bawah Balai latihan Khusus Kota Ternate. Di sofifi itu bukan BLK yang mandiri tetapi dia adalah Workshop jarak jauh.” Ujar direktur pelatihan Kemenaker.

Pemerintah daerah, bersedia menyiapkan lahan, lalu mengajukan ke Kemenaker, setelah itu Kemenaker akan menyiapkan tenaga Instruktur berdasarkan bergam kebutuhan keterampilan tenaga kerja lokal sekaligus menyiapkan alat-alat dalam workshop jarak jauh itu.

Pak Agung (direktur Lembaga Pelatihan Kemenaker RI) menawarkan opsi kepada perwakilan masa aksi untuk meningkatkan skill tenaga kerja lokal dalam skala periode jangka pendek dan panjang.

“ Pertama, kalau Ade-Ade berkeinginan untuk dalam waktu cepat meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal. maka,harus memproteksi kebutuhan karyawan yang akan diserap oleh PT IWIP tahun depan, apa saja yang dibutuhkan. kami,(Kemenaker) menyiapkan kelas kursus keterampilan berdasarkan kebutuhan dengan jumlah kouta untuk satu kelas maksimal 16 karyawan. Kedua, pemerintah Halmahera Tengah memfasilitasi lahan untuk di bangun workshop jarak jauh nanti Kemenaker menyiapkan alat-alat dan instruktur dan yang terakhir, bisa Shering anggaran antara kementrian dan pemerintah setempat untuk membangun BLK, melalui administrasi yang sudah ditentukan itu dalam jangka panjang.” Tutupnya.

Pos terkait