Menu

Mode Gelap
Aksi Depan KPK, Aliansi Pemuda Cinta Indonesia Dikepung Preman  Finlandia Tertarik dengan Kota Pintar di IKN Koordinator Nusa Ina Connection, Apresiasi Pernyataan Menteri Kordinator Bidang Polhukam Mahfud MD Presiden Jokowi Minta Perang Ukraina Segera Dihentikan Pemerintah Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng

Youth News WIB

Inilah Alasan GMNI Ajak Pemerintah Bentuk Satgas Kekerasan Seksual di Kampus


 Inilah Alasan GMNI Ajak Pemerintah Bentuk Satgas Kekerasan Seksual di Kampus Perbesar

Melanesiatimes.com – Menyikapi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi yang telah ditetapkan 31 Agustus 2021 lalu.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Arjuna Putra Aldino menilai, yang terpenting dari Permendikbud 30 adalah pengawalan. Dimana salah satu bentuk pengawalannya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas), sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 6 dari peraturan menteri tersebut.

“GMNI telah menyiapkan kerangka program untuk pembentukan Satgas pencegahan kekerasan seksual di tingkat Perguruan Tinggi,” kata Arjuna, Minggu (14/11/2021).

Lebih lanjut, Wakil Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPP GMNI Fanda Puspitasari juga menyampaikan bahwa DPP GMNI telah melakukan kelas advokasi pendampingan korban kekerasan seksual yang terdiri dari pelatihan pendampingan litigasi dan non litigasi, pelayanan konseling korban, terapi psikologis serta standart penciptaan ekosistem kampus yang aman dan mampu memenuhi hak-hak korban.

“Dalam proses pengawalan, Pemerintah harus memberikan ruang partisipasi sebesar-besarnya kepada Organisasi Mahasiswa. Untuk terlibat dalam pembentukan dan pengimplementasian fungsi Satgas tersebut,” ujarnya, melalui keterangan resmi.

Sebab DPP GMNI menilai, mahasiswa terutama Organisasi Mahasiswa merupakan kekuatan penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Perguruan Tinggi.

Kemudian, DPP GMNI juga meminta agar Pemerintah proaktif untuk melibatkan Organisasi Mahasiswa dalam pembentukan Satgas PPKS.

“GMNI siap menjadi motor penggerak dalam melakukan pengawalan Permendikbud 30 dan pembentukan Satgas, dengan memaksimalkan potensi kader-kader yang ada di setiap Perguruan Tinggi. Karena memerangi kekerasan seksual adalah pekerjaan besar yang harus dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ini Pesan Dekan FISIP UIC Kepada PP SBT Sejabodetabek

12 September 2022 - 20:16 WIB

Mapala GTF STAI BULA Terpilih Sebagai Kampus Koordinasi MAL-MALUT

18 Juni 2022 - 14:25 WIB

Terpilih Sebagai Presiden Mahasiswa STAI Sufyan Tsauri Majenang Inilah Harapan Nisa Marjiatul Jannah 

23 Januari 2022 - 22:55 WIB

SEMMI Komisariat Arudji Kartawinata Gelar Sekolah Kader

23 Oktober 2021 - 07:14 WIB

Sah..!! Anggota FBI Ikut Bertarung Dalam Ajang Pemilihan Presiden Mahasiswa Univ.Ibnu Chaldun Jakarta

22 September 2021 - 23:10 WIB

Inilah Sosok Mantan Mahasiswa yang Beda Jurusan Dalam Meniti Kariernya

20 September 2021 - 14:04 WIB

Trending di Youth News