Hikmahbudhi Dukung Jenderal Hoegeng Jadi Pahlawan Nasional

Melanesiatimes.com – Dukungan untuk menjadikan mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso sebagai pahlawan nasional kembali datang. Kali ini dari Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi).

“Sudah sangat layak Jendral Hoegeng diangkat sebagai pahlawan nasional,” kata Ketua Umum Presidium Pusat (PP) Hikmahbudhi Wiryawan, Senin (8/11).

Menurut Hikmahbudhi, Hoegeng merupakan teladan bagi seluruh polisi Indonesia, baik dulu dan kini. “Jendral Hoegeng merupakan teladan Polisi jujur dan lurus di Indonesia,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menjadikan Kapolri ke-5 itu sebagai pahlawan nasional, menurut Hikmahbudhi akan berdampak pada Polri. Terutama dampak positif bagi institusi dan seluruh insan Polri.

“Karena ini akan dapat memacu semangat Polri untuk terus berbenah di internal,” ungkap Wiryawan.

“Kami juga dari Hikmahbudhi sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh bapak Kapolri, dalam menindak tegas oknum yang tidak baik di Polri,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP Hikmahbudhi Ravindra, mengubgkapkan Hoegeng merupakan representasi paling populer di masyarakat tentang polisi berintegritas. Sikap dan perilakunya itu abadi di memori publik.

“Ketika kita bicara tentang polisi Jujur dan sederhana, saya yakin semua masyarakat akan mengarah pada satu nama, yaitu Jenderal Hoegeng. Kejujuran dan kesederhanaan beliau telah menjadi monumen dalam setiap langkah dan kinerja Polri hingga kini,” tandas Ravindra.

“Saya kira sudah selayaknya beliau diberikan gelar pahlawan nasional, tidak sedikit jasanya untuk bangsa dan negara,” lanjut Ravindra.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Hoegeng dijadikan pahlawan nasional. Ia dinilai berjasa lantaran telah mengabdikan hidupnya untuk masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, mendukung penuh Hoegeng menjadi pahlawan nasional. Ini dinyatakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu pada bedah buku ‘Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan’ secara virtual di Jakarta, Selasa (26/10) yang lalu. Menurut Bamsoet, nilai kejujuran dan kesederhanaan Hoegeng harus diwariskan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri, memandang Hoegeng sebagai panutan, karena teguh dalam memegang prinsip hidup. Keteladanan pria kelahiran Pekalongan 14 Oktober 1921 ini harus dilanjutkan seluruh insan Polri. Jenderal Sigit juga menyinggung humor Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tentang tiga polisi jujur di Indonesia.

“Polri sendiri memiliki sosok Jenderal Hoegeng (Kapolri ke-5) yang terkenal dengan kejujuran dan integritasnya dalam bertugas,” ujar Listyo melalui akun Instagram resminya @kepalakepolisian_ri, dikutip Senin (8/11).

“Munculnya humor tentang ‘cuma ada 3 polisi jujur di Indonesia yaitu patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng’ seakan telah melegitimasi bahwa sangat sulit mencari polisi jujur & berintegritas di negeri kita,” sambungnya.

Listyo pun menjadikan humor satire tersebut sebagai sebuah tantangan untuk dapat mengubah citra Korps Bhayangkara di tengah masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, Listyo optimistis dapat mewujudkan hal tersebut melihat masih banyak personel Polri yang bersikap teladan dan menjalankan tugasnya secara benar sebagai pengayom masyarakat.

Dalam unggahannya, Listyo juga menyertakan foto sejumlah orang yang dinilainya sebagai polisi berintegritas. Termasuk, di tengah kolase foto tersebut ada sosok Halimah yang dibubuhi tulisan ‘Berharganya Kejujuran dan Integritas’.

“Saya optimis dapat mewujudkan hal tersebut,” ucap mantan Kadiv Propam dan Kabareskrim Polri ini.

Adapun sebagai wujud penghormatan dan penghargaan Polri terhadap jasa-jasa Hoegeng, Pusat Sejarah Polri membuat video dokumenter dan memorabilia di Museum Polri. Ini agar nilai-nilai luhur Hoegeng dapat terus dikenang dan dijadikan pembelajaran bagi setiap insan.