Demo Mahasiswa Papua Merdeka Mendapat Penolakan Keras Ormas di Makassar

Melanesiatimes.com – Pembubaran aksi KNPB yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Papua sekitar 20 orang dipimpin oleh Yakobus Tagi (Ketua KNPB Makasar) oleh Brigade Muslim Indonesia dan Laskar Merah Putih yang dipimpin oleh Julkifli selaku kordinator.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya massa Brigade Muslim Indonesia dan Laskar Merah Putih mendengar informasi ada demo mahasiswa Papua merdeka dengan menggunakan simbol-simbol organisasi terlarang yang dipimpin Yakobus Tagi, sementara Yakobus Tagi diketahui sebagai provokator sehingga tidak disukai oleh mahasiswa Papua lainnya karena selalu membawa isu Papua merdeka serta mengajak mahasiswa Papua untuk memprioritaskan gerakan mendukung KNPB. Yakobus Tagi juga belakangan diketahui bukan mahasiswa lagi alias pengangguran karena tidak memiliki pekerjaan.

Motivasi aksi tersebut yang dipimpin oleh Yakobus Tagi semata-mata mencari simpati publik karena Yakobus Tagi merasa ketakutan karena Jubir KNPB ditangkap oleh pihak keamanan, Yacobus melarikan diri bersembunyi di Papua kemudian kembali lagi setelah aman dan berpura pura membela Victor Yeimo.

Progonda KNPB melalui jaringan mahasiswa Papua di Makassar melalui isu ‚ÄúBebaskan Victor Yeimo, Hentikan pembangunan Smelter di Gresik Jatim, Tolak PT. Tani Murni Indonesia dan Tutup perusahaan asing di tanah Papua‚ÄĚ di depan Kantor DPRD Makassar langsung dihadang dan dibubarkan oleh BMI (Brigade Muslim Indonesia) dan Laskar Merah Putih yang dipimpin oleh Zulkifli.

Julkifl selaku kordinator BMI dan Laskar Merah Putih mengatakan Pembubaran aksi Forum Mahasiswa Papua dibawah pimpinan Yakobus Tagi (Ketua KNPB Makasar) karena tidak memiliki izin dari pihak aparat, apalagi saat ini kota Makassar masih dalam masa pandemi covid19. Julkifl berjanji Brigade Muslim Indonesi dan Laskar Merah Putih telah berkomitmen akan membubarkan aksi-aksi bernuansa separatis yang biasa dilakukan oleh KNPB dan AMP.

Julkifl mengatakan selama ini aksi KNPB dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) telah mengganggu stabilitas keamanan di Makassar dan cenderung memprovokasi mahasiswa Papua lainnya sehingga menyebabkan banyak mahasiswa Papua yang akhirnya tidak dapat menyelesaikan kuliahnya. Ujarnya

Hal senada juga disampaikan Arsyad salah satu tokoh masyarakat saat dimintai komentarnya, Kami khususnya masyarakat di kota Makassar juga sangat mendukung pembubaran aksi mahasiswa tersebut, apalagi demo mahasiswa Papua dengan simbol-simbol papua merdeka, karena kami warga kota Makassar cinta NKRI, selain itu Makasaar juga masih dilanda pandemi covid19. Ujarnya

Pantauan media di lapangan bahwa massa Brigade Muslim Indonesia dan Laskar Merah putih sekitar 30 orang membubarkan aksi mahasiswa Papua dan sempat terjadi insiden di lapangan, akibanya Wakapolsek
Rappocini, AKP Widodo menjadi korban pelemparan batu saat mengamankan aksi demonstrasi di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar Selasa (26/10/2021) sekitar pukul 15.00 Wita. Widodo pun saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.

Pos terkait