Dampak Pencemaran Sungai Terhadap Kesehatan

Melanesiatimes.com – Sejak berabad-abad yang lalu, sungai telah menjadi jantung peradaban di seluruh dunia. Budaya dan peradaban Mesir tercatat dalam sejarah di dekat Sungai Nil, di Mesopotamia, di Tigris.

Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Jakarta, ibu kota Indonesia, dibangun di sekitar banyak sungai, termasuk Ciliwung dan Citarum.

Di masa lalu dan sekarang, sungai telah memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Bacaan Lainnya

Sungai telah dimanfaatkan untuk mengangkut orang dari satu lokasi ke lokasi lain, serta menyediakan air untuk keperluan sehari-hari. Bahkan di permukaan sungai, budaya dan orang tertentu telah ditemukan

Sungai juga merupakan salah satu sumber air bagi beberapa kalangan. Masyarakat tertentu yang tidak memiliki sumur atau sumber air lainnya terpaksa harus menggunakan air sungai untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun, ketika terjadi pencemaran sungai, air sungai justru menjadi media utama berkembangnya penyakit menular.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Limbah dari industri atau pabrik yang dialirkan ke sungai akan membawa berbagai zat berbahaya. Zat berbahaya tersebut bisa berkembang di sungai sehingga fungsi menjadi media hidup mikroba pathogen yang mampu memunculkan penyakit.

Selain itu, air sungai yang tercemar juga bisa mengundang berbagai jenis insekta untuk berkembang biak di sungai tersebut. Akhirnya, air sungai menjadi sarang hidup insekta penyebar penyakit seperti nyamuk dan sejenisnya. Masyarakat yang tidak mau ambil pusing kemudian memilih untuk membeli air bersih.

Namun, masalah lain akan muncul ketika jumlah mereka yang membutuhkan lebih besar dibandingkan volume air yang tersedia. Jika demikian, beberapa kalangan tentu tidak akan mendapatkan cukup pasokan air. Karena hal ini, kebiasaan membersihkan diri seperti mandi atau lainnya tidak dapat dilakukan.

Secara otomatis, penyakit akibat tidak membersihkan diri seperti gatal-gatal akan bermunculan.