Masyarakat NTB dan NTT Kesulitan Air Bersih

Melanesiatimes.com – Air bersih masih menjadi persoalan bagi kabupaten dan kota di Provinsi NTT akibat dari kerusakan ekosistem hutan dan daerah aliran sungai (DAS). Pemerintah juga tidak melindungi sumber-sumber mata air melalui peraturan daerah.

Bacaan Lainnya

Selain NTT, hal yang sama juga dirasakan warga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sahdan, melaporkan bencana kekeringan di NTB yang terjadi sejak Agustus 2021 berdampak pada 151.444 keluarga atau 558.253 jiwa. Bencana tersebut mengancam ketersediaan sumber air bersih warga dan kegiatan pertanian di wilayah itu.

Situasi serupa juga terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekitar 72 persen provinsi tersebut mengalami hari tanpa hujan yang sangat panjang hingga ekstrem, yaitu 31-60 hari.

Masyarakat mulai mengalami kesulitan air bersih. Beberapa kabupaten sudah dilaporkan masyarakat mulai kesulitan mendapat air bersih. Kemudian terjadi dua kasus kebakaran hutan dan lahan, yakni di kabupaten Lembata sebagai efek lelehan lava gunung berapi dan di Kabupaten Flores Timur.

“Duka NTT dan NTB adalah duka kita semua.”

#prayforntb
#nusainaconnection
#abdullahkelrey