Ketua Umum Golkar, Disarankan, Mulai Berfikir Objektif, Bukan Sebaliknya

Melanesiatimes.com – Goyangan politik tanah air menjelang Pesta Demokrasi 2024 mendatang makin memanas walaupun masyarakat indonesia sedang dalam keadaan perang melawan Covid19.

Bacaan Lainnya

Namun, ada hal yang menarik ditemukan ETOS Institute, terkait elit partai politik siapa yang pantas menjadi pemimpin pada pilpres 2024 mendatang.

Apakah mungkin kader Partai Golkar seperti Bambang Soesatyo calon menjadi Presiden? sedangkan kita lihat di internal partai Golongan Karya, ada Ketum Umunnya pun kelihatannya ngotot untuk maju?

Melihat hasil survei yang dilakukan ETOS Institute, Ketum Partai Golkar, disarankan mulai berpikir objektif, bukan sebaliknya.
Artinya elektabilitas Bamsoet jauh diatas eletabilitas Aerlangga?

Direktur ETOS Institute pun menyarakan warga negara khususnya kawan – kawan media monggo cek, karena murut Iskandar (Direktur Institute, baleho bukan ukuran dalam pertarungan di politik.

“Baleho ada ukurannya dan ada manfaatnya, kalau masif tanpa tujuan juga endingnya nol lagi kata Iskandar, mohon di garis bawahi bahwa BALEHO bukan ukuran dalam mempopulerkan personal dan bukan juga bisa mendobrak elektabilitas personal kata Iskandar, sebagaimana di beritakan dalam berbagai media online, Selasa, (14/09/2021).

Kalau bicara soal sebaran baleho, Aerlangga, adalah salah satu ketua partai yang memiliki baleho terbanyak seantero tanah air ini.

Kalau kita melihat dari pernyataan Etos Institute, ternyata sebaran baleho itu bukan sesuatu yang menguntungkan dalam perhelatan politik, malah sebaliknya.