Muhammad Marasabessy Pimpin ICMI Maluku, Inilah Harapan Nusa Ina Connection

Muhammad Marasabessy :(Ketua ICMI Maluku)

Melanesiatimes.com – Nusa Ina Connection, mengucapkan selamat atas terpilihnya Ayahanda Muhammad Marasabessy menjadi Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Maluku Periode 2021-2024. Semoga kedepan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab ICMI Maluku berjalan dengan baik hingga akhir periode. Amin

Bacaan Lainnya

Nusa Ina Connection sangat mengaprersiasi dan berharap ICMI Maluku dibawah kepemimpinan Ayahanda Muhammad Marasabessy dapat bekerjasama dengan semua pihak terutama yang seirama dan terpenting dengan pemerintahan provinsi Maluku dibawah kememimpinan Bapak Murad Ismail agar sama – sama membangkitkan maluku dari ketertinggalan. “Bekerjasama, saling suport, untuk membangun, jangan saling sikut – menyikut.”

Kerja sama dan saling suport itu penting, karena, kami melihat kondisi masyarakat Indonesia terutama umat muslim, saat ini masih seperti kondisi dimana awal kelahiran ICMI. “Saya merasa prihatin dengan kondisi umat Islam, terutama kepemimpinan di kalangan umat Islam. Masing-masing kelompok sibuk dengan kelompoknya sendiri – sendiri, serta berjuang secara parsial sesuai dengan aliran dan profesi masing-masing,” keadaan ini membawa kita dalam kemunduran dan kemiskinan. Ujar, Koordinator Nusa Ina Konnection, Abdullah Kelrey, Senin, (06 – September – 2021).

Untuk itu, saya melihat tugas dan tanggungjawab ICMI Maluku sangat berat, namun kalau adanya kesadaran kerjasama dan suportifitas dibangun, saya yakini ICMI Maluku kedepan sukses memberantas kebodohan dan kemiskinan di Maluku. Apalagi dengan semangat Ayahanda Muhammad Marasabessy dan Bapak Murad Ismail, semua pasti berjalan dengan baik dan lancar. Tutur Kelrey

Dalam kesempatan ini, Kelrey berharap kepada Bapak Gubernur Maluku, untuk diawal kepemimpinan Ayahan Muhammad Marasabeesy, Bapak Gubernur dapat merealisasikan apa yang menjadi permintaan serta harapan ICMI Maluku, agar kerja – kerja organisasi dapat berjalan dengan lancar, tanpa fasilitas organisasi seperti sekretariat parmanen saya pikir organisasi pasti menjadi beban dan akhirnya kerja – kerja organisasi bisa mandek. “wajib direalisasikan, ini kerja keumatan, tidak boleh ada tawar – menawar.” Tutup Kelrey

Pos terkait