Kecemasan Publik dan Kebijakan Lanjutan PPKM Level 4

Melanesiatimes.com – Presiden Jokowi resmi mengumumkan kembali perpanjangan PPKM Level 4, mulai dari 3 Agustus sampai tanggal 9 mendatang. tentu, kebijakan pemerintah tersebut, tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari publik.

Bacaan Lainnya

Aktivis HMI, Dody U Tomagola mengatakan, Pemerintah Jangan memandang solusi PPKM hanya sebagai satu-satunya alternatif untuk menyelesaikan problem covid-19. lebih dari itu, urusan perut dan dapur rakyat harus menjadi acuan utama dalam keputusan perpanjangan PPKM yang sudah hampir berjilid-jilid dilangsungkan.

“ Penerapan PPKM sendiri sudah berlangsung hampir sebulan, namun upaya dalam rangka mengakomodir kebutuhan masyarakat melalui bantuan sosial dan lainnya belum benar-benar terasa. Malah yang bermunculan adalah maraknya program vaksinasi yang terkesan “ditekan” target pencapaiannya oleh pemerintah.” Kata Dody, Wasekjend Bidang Pembangunan demokrasi politik dan Pemerintahan PB HMI.

Lanjut Dody, kalau dilihat dari penerapan kebijakan PPKM ini yang paling dominan menjadi target pemerintah adalah upaya suksesi vaksinasi.

Sehingga, pemerintah luput untuk memverifikasi urgensi persoalan yang berada di tengah-tengah masyarakat yang disebabkan oleh pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama 2 tahun”

fakta utamanya, adalah meluasnya kesenjangan sosial di tengah-tengah masyarakat. Ini fakta yang tidak bisa dibantahkan.

“ Hal ini yang semestinya, menjadi pokok perhatian utama pemerintah. Sehingga, kebijakan lanjutan pemerintah harus memastikan kesejateraan rakyat ditengah-tengah gempuran pandemi Covid-19 yang menggerus pendapatan Ekonomi rakyat.“ Tegasnya.

Pos terkait